Pembantu Rasa Nyonya
ucapnya, kemudian mendorong tubuhku untuk menyingkir.
Dengan cekatan, dia menyiapkan air hangat di baskom dari wastafel. Air yang sudah dipastikan hangat, dia tetesi aroma terapi. Waslap berbahan handuk juga disiapkan di sampingnya.
“Airnya hangat adak panas dikit, ya. Jadi pegal-pegal bisa berkurang,” ucapnya sambil mengeringkan tangannya.
“Aku tinggal. Nanti balik lagi. Jangan lama-lama main air.” Dia melangkah keluar kamar mandi. Dengan cepat aku mencekal tangannya.