Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta di Balik Palu Hukum

Cinta di Balik Palu Hukum

“Kau tahu, Raisa… dulu aku pikir keadilan itu seperti pedang—tajam dan harus menebas cepat. Tapi sekarang aku tahu, keadilan lebih mirip cahaya. Ia butuh waktu untuk menembus gelap, tapi saat tiba… semua terlihat jelas.” Raisa menatap Revan lama, lalu berkata lembut, “Dan kadang, cahaya itu datang dari orang yang paling tak kita duga.” Hening. Hanya suara hujan yang tinggal sisa gerimis. Raisa menatap Revan—dan di antara keduanya, tak ada lagi rahasia, tak ada lagi dinding. Hanya dua orang yang bertahan di tengah reruntuhan dan memilih untuk tetap berdiri.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai cahaya adil
Baca
+Pustaka
CAHAYA, Glow Up Setelah Disia-siakan

CAHAYA, Glow Up Setelah Disia-siakan

Sementara Cahaya? Penampilan Cahaya yang hanya memakai gamis putih sederhana tanpa motif dengan kepala tertutup jilbab segi empat yang berwarna sama membuat gadis itu tampak biasa-biasa saja. Sebenarnya, penampilan Cahaya sudah sangat layak dan sopan jika orang yang memandang adalah orang yang mengerti arti kesederhanaan. Karena sejatinya status semua manusia sama di mata Tuhan, hanya iman dan ketakwaanlah yang menjadi penilaian.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai cahaya adil
Baca
+Pustaka
Terbangun: Ingatan Yang Hilang

Terbangun: Ingatan Yang Hilang

“Iya Elaine... Aku tau itu, sebagai penerus dengan elemen dasar Cahaya memikirkan tujuan kedepan adalah salah hal yang teramat penting, namun kita juga tidak boleh melupakan darimana kita berasal, karena Cahaya memiliki inti yang mana sebagai penghasil cahaya itu sendiri. Jadi kamu bisa mengerti kan mengapa aku bersikap seperti ini sekarang?” “Yah sebagai bagian dari Delapan Dewa kita memang saling melengkapi kekuatan masing-masih supaya menjadi sempurna. Jadi aku tidak masalah dengan pemikiranmu itu Licht. Dan juga emm... Pejamkan matamu sebentar.” “Baiklah”
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai cahaya adil
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

HAHAHAHAHA HAHAHAHAHA “CAHAYA SEPERTI INI HANYA BISA MENAHANKU AGAR TIDAK BISA MENGELUARKAN KEILMUAN YANG MEMAKAI JIWA-JIWA YANG ADA DI DALAM SANA UNTUK AKU MANFAATKAN. ” “NAMUN, ” “AKU MASIH KUAT UNTUK MELAWANMU MESKIPUN AKU MEMAKAI TANGAN KOSONG. ” HAHAHAHAHA Meskipun cahaya itu sudah membuatnya tidak bisa mengeluarkan keilmuan yang dia miliki, namun tetap saja Kala itu adalah makhluk yang sangat kuat, sangat manipulatif, dan penuh dengan kebohongan yang seringkali membuat para manusia terjebak hingga terhasut olehnya.
9.8683.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.4K kali sebagai cahaya adil
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Budak & Lima Istri Dari Langit

Budak & Lima Istri Dari Langit

Lira dengan cahaya putih yang bersih. Nara dengan cahaya merah yang hangat. Vea dengan cahaya hijau yang tajam. Sia dengan cahaya kuning yang lembut. Dan Elen dengan cahaya biru yang tenang. Cahaya itu saling terhubung. Mengalir. Berputar. Dan pusatnya... adalah dirinya. Namun semakin lama, semakin kuat cahaya itu bersinar, tubuh Ashlan justru semakin melemah.
414 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai cahaya adil
Baca
+Pustaka
Cinta Abadi

Cinta Abadi

"Kamu yang sabar ya. Percaya semuanya akan berakhir dengan indah." Zahra menghela napas. "Indah dari mana?" "Iya. Setiap keadaan pasti akan berubah menjadi indah," jawab Vita seraya menatap iba Zahra. "Apa ini karma ya untuk aku?" tanya Zahra. Kali ini air mata telah menetes dari pelupuk matanya. Vita menaikkan salah satu alisnya. "Karma? Kenapa kamu kok bisa bilang gitu?"
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai cahaya adil
Baca
+Pustaka
Sistem Aura (Infinity)

Sistem Aura (Infinity)

Jubahnya tidak bersemayam lagi ditubuhnya kecuali baju hitam bergambar batik bunga matahari yang agak rusak masih di tempatnya, wajah kakunya yang penuh calar bernoda merah darah, jempol tangan kanannya sudah patah dan dia menatap ganar musuhnya dengan kesulitan menyeimbangkan diri, tapi siap untuk serangan yang lebih agresif. “Pemimpin kelompok yang bodoh ... bodoh!” Berpikir kalau tindakan si Auranias Cahaya sebelumnya adalah langkah bunuh diri membuatnya tidak tahan mengomentari kebodohan tersebut, “Kupikir engkau sehebat dongeng anak-anak tapi, yang terjadi engkau malah kekanak-kanakan!” ”Nye nye nye ....“ Dan, tidak ada lagi yang bisa Kael ungkapkan selain ejekan. ”Nye nye nye ....“
1020.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 509 kali sebagai cahaya adil
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Radif
{Untuk sekarang, novel ini ada pula di: Karyakarsa (Dalam Karyakarsa cerita akan lebih eksplisit dan vulgar), Novellife, KBM, dan Goodnovel, (Kwikku) bila terdapat di platform lain, segera hubungi Penulis.}
Baca Semua Ulasan
Mafia's obsession

Mafia's obsession

“Mereka membangun Eden di atas altar ini. Tanpa tahu... atau mungkin, memang disengaja.” Leo mendekat ke altar. Tiba-tiba, dari dalam kristal, kilatan cahaya merah menyala dan memproyeksikan sosok—seorang pria berwajah mirip Leo, namun matanya kosong dan tubuhnya berlapis jubah hitam. “Penerus Cahaya... akhirnya kau datang,” kata hologram itu. Leo menegang. “Siapa kau?” “Namaku Kael. Aku yang pertama... dan yang terakhir sebelum kau. Eden ini adalah penjara. Tapi juga gerbang. Kitalah penjaganya. Dan juga kuncinya.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai cahaya adil
Baca
+Pustaka
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

Kemudian, dia seperti terpikir sesuatu dan menatapku dengan ekspresi rumit. Beberapa saat kemudian, dia menelepon sekretarisnya. Wajahnya berubah cerah. "Kamu sebaiknya lihat ini dulu." Itu adalah berita trending hari ini. Seorang pria berpakaian compang-camping berlutut di depan rumah Keluarga Jusman dengan papan bertuliskan "Karen tidak punya etika profesional, licik, dan menindas yang lemah. Tolong beri keadilan".
10.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 389 kali sebagai cahaya adil
Baca
+Pustaka
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

[Valen – Mengajarkan Cahaya yang Tidak Menyilaukan] Valen tidak membawa spotlight. Ia membawa cahaya kecil seperti bintang yang takut padam. Ia tahu betapa banyak karakter yang tidak tahan disorot. Yang lebih memilih bersembunyi daripada terbakar oleh ekspektasi. Maka ia menyalakan satu cahaya lembut. Tidak menyilaukan. Tapi cukup untuk menunjukkan bahwa ada ruang di sini. Ruang bagi mereka yang pernah hancur.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai cahaya adil
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status