Cahaya Biru
keluhku, rasa tidak adil memenuhi pikiranku.
"Kamu terlambat satu menit, Cahaya," balas Pak Baru dengan tegas.
Dari sudut mataku, aku melihat Biru yang celingukan, mencoba lolos tanpa perhatian. "Pak, Biru juga terlambat tapi nggak dihukum, kenapa?" protesku, menunjuk Biru yang berjalan santai, seolah tidak menyadari keberadaanku, bahkan sempat menatapku tajam.
Hot Chapters