Ikatan di Atas Kertas
"Iya, Abang percaya. Inget, jangan pernah pake kekerasan. Tugas suami itu membimbing, bukan menyalahkan kalo buat kesalahan. Menasihati pun harus dengan kelembutan, jangan sambil emosi."
"Iya, iya. Siap, kok, Bang. Tenang aja. Hukum gue kalo gue berani nyakitin perempuan yang gue nikahin ini," ucap Rezvan seraya menatap sang istri yang tengah menundukkan kepalanya. Dalam hati ia tak henti-henti mengucap puji-pujian karena terpana dengan wajah istrinya.
"Ya udah, Abang ke bawah dulu. Kapan kamu masak? Katanya mau masakin buat suami kamu," ujar laki-laki berkemeja putih itu.
Hot Chapters