RINDU MENJANDA
"Cica!' panggil seorang lelaki yang baru saja tiba dan berdiri di dekat meja Cica tadi. Dari penampilannya, nampak kalau lelaki sudah setengah baya itu orang berkecukupan. Ia mengenakan jas lengkap.
Cica belum menjawab, hanya memberi lambai tangan sebagai isyarat agar lelaki memiliki perut agak buncit itu menunggu saja di sana.
"Bentar, Om," pekik Cica agar lelaki yang hampir tak ada rambut itu kedengaran.
"Siapa, Ca?" bisikku pelan.
"Biasa, kenalanku, Rin," jawab Cica setengah berbisik. Aku terkejut mendengar ucapannya.
"Ya udah, aku ke sana dulu ya. Nanti telepon-telepon aja. Jangan nggak mampir ke rumah loh, sekarang aku tinggal di Sekip."
Hot Chapters