Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa

Pernikahan Dadakanku yang Luar Biasa

Sunlight memantul lembut, menciptakan pencahayaan alami yang sangat sempurna untuk melukis. Perlengkapan melukisnya, mulai dari kuas, kanvas berbagai ukuran, hingga cat minyak milik Jingga sudah tersusun dengan presisi di atas rak kayu yang bersih. Di sudut ruangan, sebuah easel kayu mahoni berdiri kokoh siap dipakai.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai cara melukis di kanvas
Baca
+Pustaka
Matchmaking

Matchmaking

Ia mulai menggambar secara daring di ponselnya. Tidak membawa kanvas atau kuas tidak membuat Fairel kesulitan. Ia juga ingin belajar melukis lewat ponselnya. Karena siapa tahu, nanti ia bisa menjual lukisannya itu lewat online dengan hasil p*f yang bisa diunduh lewat drive. Gero yang sudah selesai dengan urusannya, mengambil alih tempat duduk di samping Fairel. "Coba lo data siapa aja yang mau tampil," timpal Gero tiba-tiba yang langsung mendapat delikan tajam.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai cara melukis di kanvas
Baca
+Pustaka
Melukis

Melukis

Perlahan ia mulai memberi warna dan menuangkan satu persatu perasaannya ke dalam kanvas kecil itu. Sekarang jam menunjukkan pukul enam kurang sepuluh menit, dan Raina sudah selesai dengan lukisannya, ia menghabiskan waktu selama dua puluh menit untuk melukis. Lukisan itu terlihat sederhana, ia memberi garis tengah pada kanvas, lalu menggambar siluet seorang perempuan di depan garis itu, pada sisi kanan kanvas ia memberi warna abu-abu, lalu perpaduan warna biru dan hijau pada sisi kiri kanvas. Pada masing-masing sisi memiliki gambar yang berbeda, pada sisi berwarna abu, ia melukis abstrak di atas nya, dan pada sisi berwarna biru, ia melukis bunga-bunga dan pepohonan.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai cara melukis di kanvas
Baca
+Pustaka
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

Dia akan mulai berlatih melukis sesuai rencananya. Beberapa menit kemudian, cat akrilik, palet, air, kanvas dan aneka kuas telah berjejer rapi di atas sebuah meja persegi panjang. Sengaja, Zaara sudah mempersiapkan alat tempurnya untuk melukis. Namun kebingungan melanda pikiran Zaara. Dia merasa bingung harus memulai dari mana. Dia kehilangan ide tiba-tiba dalam melukis. Dia tidak tahu objek apa yang akan dilukis.
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai cara melukis di kanvas
Baca
+Pustaka
Cinta yang hilang

Cinta yang hilang

Dimas pun menaruh HP nya dengan perasaan lega dan mulai untuk melukis. Dimas masih bingung dengan apa yang dilukisnya. Tangannya kanannya sudah memegang kuas, dan tangan kirinya sudah memegang cat air. Namun Dimas tak kunjung mendapatkan ide. Ia pun mulai melihat canvas di depannya dan tiba-tiba terbersit lah sebuah ide. Ia membayangkan bagaimana jika canvas ukuran A3 itu dihiasi oleh senyuman wajah Refita yang manis.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai cara melukis di kanvas
Baca
+Pustaka
Summer Pieces

Summer Pieces

Aku tertawa. Hari ini kami melukis bersama. Cloud tidak memaksaku. Ia membiarkanku menorehkan apa yang ada di kepalaku ke kanvas. Membiarkanku mengikuti emosi dan pikiranku. Lalu memperhatikanku sebentar-sebentar, bagaimana aku menyapukan kuas ke sketsa yang kubuat. Beberapa kali ia memberikan arahan padaku. Ia mengajariku beberapa teknik yang membuat lukisanku terlihat lebih baik. Memberikanku masukan menambahkan sedikit vermillion di bagian atas perahu yang lebih terang. “Bagaimana menurutmu?”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai cara melukis di kanvas
Baca
+Pustaka
Sang Peramu Hasrat

Sang Peramu Hasrat

"Maksudmu?" "Aku bakal melukis diriku telanjang. Iya," kata Lily tegas, membungkam protes Julian. "TAPI... itu bukan telanjang yang dia bayangkan. Aku bakal pake teknik Pointillism (melukis dengan titik-titik kecil) dicampur ilusi optik." Lily mengambil kertas kosong dan spidol, mulai membuat sketsa kasar. "Dari jauh... dari jarak pandang penonton... lukisan itu bakal keliatan kayak tubuh wanita telanjang yang indah, seksi, bercahaya keemasan. Memenuhi ego Bastian."
797 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai cara melukis di kanvas
Baca
+Pustaka
BERCINTA DENGAN HANTU

BERCINTA DENGAN HANTU

siap laksanakan perintah) Ustad Mamad segera menyiapkan peralatan yang diperlukan, kanvas sudah di berada di depannya, kuas juga sudah ada di tangannya, cat juga sudah siap, kemudian Yai sepuh melepas udeng hitam (ikat kepala) ustad Mamad, kemudian Yai sepuh mengikatnya menutup kedua matanya, setelah itu beliau berdiri di belakang ustad Mamad yang siap dengan tubuh tegak, tangan Yai Sepuh menutup kedua mata ustad Mamad di atas udeng yang melingkar, sejenak kemudian beliau berdoa komat kamit, diakhiri dengan mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajah ustad Mamad, sejenak kemudian ustad Mamad terlihat menggerakkan tangannya ke arah kanvas, dengan mata tertutup ustad Mamad meraih cat dengan k
9.882.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai cara melukis di kanvas
Baca
+Pustaka
Perselingkuhan Yang Manis

Perselingkuhan Yang Manis

Dea menuangkan cat berbagai warna ke palet, mencelupkan kuas kesana, lalu dengan perlahan ia mulai menyapukannya ke atas kanvas. Tangannya agak kaku karena sudah terlalu lama ia tidak memegang kuas. Imajinasinya mulai bermain, Dea menggoreskan garis-garis vertikal yang bagi kebanyakan orang awam yang tidak mengerti dunia lukis terlihat seperti coretan-coretan biasa. Padahal Dea sedang membuat lukisan abstrak. “Kamu bisa melukis juga?” Suara Alan yang datang tiba-tiba mengagetkan Dea.
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 386 kali sebagai cara melukis di kanvas
Baca
+Pustaka
🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

🇮🇩 A LOVE NAMED SUMMER

── ☀︎ ── Studio seni selalu berbau sama—minyak linen, kanvas, dan sesuatu yang tidak bisa Summer beri nama tapi selalu membuatnya bisa bernapas lebih lega. Ia meletakkan tasnya, menyalakan lampu meja, dan duduk. Kanvas di hadapannya masih putih. Summer menatapnya sebentar, lalu mengambil kuas. Sapuan pertama selalu yang paling jujur—tidak ada yang perlu ia pikirkan, tidak ada yang perlu ia buktikan. Tangannya bergerak, dan dunia di luar sana perlahan mengecil. Asesmen. Angka. Mata orang-orang yang selalu mengukur. Semuanya mundur ke tepi, kalah oleh ritme sederhana kuas yang menyentuh kanvas.
10888 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai cara melukis di kanvas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status