Penguasa Dewa Naga
Di pegangnya pusaka yang sudah berdiri tegak, lalu diarahkannya ke dalam lubang bawahnya.
"Tunggu!" seru Akara menghentikannya, pemuda itu menurunkannya untuk duduk tanpa memasukkannya. Ia tidak mau melewati aset besar yang belum ia mainkan. Mulai meremasnya dengan pelan yang membuat gadis itu menggigit bibir bawah, lalu melumat ujungnya yang seperti buah ceri kecil. Lenguhan tertahan yang begitu indah terdengar, membuat Akara semakin semangat hingga pusakanya berkedut. Sambil menjilat dan sesekali menggigit kecil, ia tetap meremas aset lainnya, sedangkan tangan yang tersisa mulai bergerak turun. Meraba perut rata yang begitu halus, lalu turun seakan tergelincir masuk ke dalam celana dalamny