Kutukan Liontin
Aroma lavender dari rambut Chalista memenuhi indranya, mencoba menenangkan.
"Hanya kucing," bisik Sena lembut, berusaha meredakan ketakutan Chalista. Suaranya tenang, penuh kelembutan.
Perlahan, Chalista melepaskan pelukannya. Wajahnya masih pucat, matanya memancarkan ketakutan. Sena mengangkat tangannya, menunjuk ke arah semak-semak tempat kucing itu bersembunyi.
"Dia di sana," kata Sena, nadanya meyakinkan.
Hot Chapters