Hampir Dijebak Teman
"Putrimu nggak bersalah. Jebakanmu memang hebat, tapi aku nggak akan membiarkanmu menang. Aku nggak akan memberikan uang sepeser pun dan untuk masalah ini, aku nggak akan tinggal diam!"
Norman terpaku di tempat, wajahnya berubah dari pucat menjadi biru. "Kita ‘kan teman, aku cuma pinjam uang sedikit sekarang, kenapa kamu bicara begitu?"
Melihat wajah polosnya yang pura-pura itu, aku tertawa sinis dalam hati. Teman? Jika benar teman, mana mungkin menjadikan putri sendiri sebagai umpan untuk menjebakku dalam situasi kotor seperti ini? Aku mengalah terus itu karena mengenang masa lalu, bukan karena takut.
Hot Chapters