SUJUD TERAKHIR EMAK
“Saya Sita, tetangga Mak Asih. Maaf kalau saya mengganggu, Mbak. Saya cuma mau cerita soal keadaan Mak Asih di sini…”
“Kenapa dengan Emak?” nada suaranya berubah sedikit waspada.
Sita menarik napas dalam. “Mbak, saya nggak bermaksud ikut campur. Tapi… Mak Asih di sini sering jadi bahan omongan tetangga. Mereka bilang, anak-anaknya sukses, tapi beliau hampir tiap hari buka puasa cuma pakai sayur bening. Saya kasihan, Mbak. Apa Mbak bisa kirim uang buat Mak Asih, biar beliau bisa makan lebih layak?”