Cerita Cinta Sang Janda Muda
Tidak nyaman, aku yang merasa sesak dalam pelukan Bram, jadi aku langsung berusaha melepaskan pelukannya.
"Maafkan aku. Rasanya seperti mimpi, jadi aku lupa diri," ucap Bram sambil melepaskan pelukannya, sebelum akhirnya tertawa senang.
"Sekarang sebaiknya kembalilah ke hotel. Ibumu pasti menunggu, kita bisa bertemu lagi besok."
"Baiklah, sampai bertemu besok."
***
"Apa? Kenapa?" pekik Sissy dari telepon, saat aku memberitahunya kalau aku dan Bram sudah menjadi sepasang kekasih.