Lelaki Pilihan Surga
Sesungguhnya ada hati yang merindu, ada hati yang masih penuh harap.
“Hen, cinta itu bukan hanya sekadar kata, kalimat indah. Tapi, dia butuh pembuktian. Kita tidak hidup di negeri dongeng, tapi ini dunia nyata. Kami mungkin tidak berjodoh, Hen.”
“Apakah Ibu tidak bisa memberikan waktu sedikit lagi, untuk bang Fajar?”
Citra tersenyum. “Saya tidak tega, membuat orang tua saya terus menunggu, tanpa kepastian, Hen. Saya mohon maaf.”
Chapitres populaires