Tersesat
Detik selanjutnya, tuan dan nyonya berdiri dari kursi lalu bergegas menuju kamar Nay.
Nay masih sibuk mengguntingi rambutnya, saat tuan dan nyonya sampai. Rambutnya hampir habis. Meski tidak gundul tapi sangat pendek, mirip potongan rambut militer. Yang lebih mengerikan terlihat pethal di sana-sini. Tuan langsung balik badan melihat hal itu, dia langsung meninggalkan kamar Nay. Ada luka di bola matanya. Nyonya merebut gunting dari tangan Nay. Di melemparkan gunting itu,begitu saja. Direngkuhnya Nya ke dalam pelukannya. Airmatanya jatuh satu-persatu, kemudian berubah menjadi isakan. Beberapa saat kemudian, Nay justru menepis pelukan nyonya.
"Are you crying right now?! What is the use? you alr
Hot Chapters