RANJANG (PANAS) ADIKKU
Selimut ini bekas sperma, terlalu dini jika aku menilai itu adalah sperma suamiku, sementara aku belum pernah mendapati mereka sedang berada di atas satu sama lain, meski aku sering mendapati mereka duduk dan tertawa bersama, tapi aku tidak bisa berasumsi sejauh itu.
Aku terduduk lesu sambil menggenggam erat selimut yang ada di tanganku kini, berbagai bayangan menari di kepala tentang adegan-adegan yang tidak tidak. Dan dari semua itu Aku tidak punya tersangka lain kecuali mereka berdua.
Arhggg ... Mengesalkan pikiran jahat ini.
Tak berhenti dari situ, aku kemudian membersihkan kolong ranjangnya dan lebih lebih terkejut lagi karena mendapati begitu banyak tisu bekas yang berserakan di tempat