Ibu Terluka, Ibu Juga yang Menjaga
“Tidak usah malu-malu, Al. Aku tahu benar janda itu butuh begituan. Aku pastikan kamu akan ketagihan dan minta-minta lagi. Ituku besar, berurat, kuat, dan memuaskan. Pas untuk kamu yang sexy.”
Sungguh, kesabaranku sudah di ujung penghabisan. Berusaha menarik tangan ini, tapi cengkeramannya semakin kuat. Mataku menatapnya nyalang. Rasa penghinaan memantik kemarahan.
“Lepaskan! Atau saya teriak kalau kamu berbuat mesum!” teriakku melepas kata pak dari dia.
Bibirnya tersenyum miring sambil berbisik, “Janda sudah bolong saja sok jual mahal.”
Bab Populer