Jerat Cinta Sang Selir
“Sayangnya, tidak bisa sekarang, Tuan Putri Fjola. Saya harus mengerjakan proyek lain. Lagi pula, Anda memiliki jadwal yang ketat. Mungkin, kalau terpilih menjadi selir nanti, dengan senang hati saya akan memberikan waktu selama mungkin untuk mengajari Anda.”
Lilija yang mendengar percakapan itu menjadi terbelalak. “Aku tahu.”
“Apa?”
“Aku bisa menghitungnya. Aku suka mengamatinya. Dimulai dari awal, ketika bulan hanya berupa selarik garis melengkung. Lima belas hari kemudian, maka kau akan melihat bulan itu membulat penuh,” jelas Lilija.
“Itu jika kau dapat melihat kapan awal bulan itu terbentuk. Yang kutanyakan bagaimana kalau kau baru bisa melihat bulan yang sudah mulai cembung.”
Capítulos Populares