Balada Asmara Biduan Dangdut
Kucuran air shower memercik di atas punggungnya yang putih, dan air mengalir membentuk sungai-sungai kecil dari puggung itu, turun ke bongkahan padat, meluncur deras ke paha dan hingga ke kaki.
Lantai kamar mandi menjadi saksi bisu atas permainan yang kasar ini, aku menghajar biduan dangdutku sendiri, hingga dia merasa lemas tak berdaya.
“Aku k-keluar, Mas!! A-ku keluaarrr!! Awww!!!”
Pinggulnya mengejang! Kucabut barangku.
Kubiarkan pinggul itu bergetar-getar, sejenak, kemudian menjadi kembali tenang.