ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN
{“Beneran Rin, aku sungguh nggak sabar pengen ketemu sama kamu. Jadi kapan nih kita bisa ketemuan?”
Neneng mengungkapkan harapannya dengan sangat menggebu.
Aku tak bisa menahan kekehanku saat mendengar ucapannya yang masih saja selalu dikatakan dengan penuh semangat, masih seperti Neneng yang dulu selalu saja terlihat antusias.
{“Pasti kita akan ketemuan Neng, tapi aku harus minta ijin dulu sama suamiku. Nanti aku akan kasih kabar ke kamu.”}