Lelaki Pilihan Surga
“Nenek Haikal di sana, penyakitnya sering kambuh, Om. Dan mama merasa tidak tenang, kalau tidak sering melihat keadaan nenek di sana.”
Suasana hening sejenak, setelah Sinta, datang membawa dua gelas teh hangat beserta makanan kecil.
“Di minum, Nak Haikal.”
“Iya Tante, terima kasih.”
Sinta lantas duduk, tepat di samping sang suami. “Gimana, dengan Aara?” tanya Candra.
Haikal tersenyum. “Saya lagi menunggu jawaban Aara, Om. Saya sudah mengirim proposal taaruf pekan lalu.”
Hot Chapters