Terpaksa Menikahi Sopir Bapak
Rasanya seperti kembali ke masa lalu, saat hidup belum serumit ini.
Keesokan harinya, Mbak Rani mengajakku jalan-jalan. "Sudah lama kan gak keliling Jogja, Safira? Ayo, Mbak antar. Sekalian Mbak ada beberapa keperluan."
Aku mengangguk setuju. Pagi itu Jogja terasa lebih ramah. Langit biru bersih, udara segar, dan hiruk pikuk kota yang tak pernah sepi. Kami memulai perjalanan dari Tugu Pal Putih, ikon kota yang selalu ramai. Mbak Rani bercerita tentang perubahan-perubahan kecil di sekitar tugu, sementara aku hanya tersenyum, mengamati setiap sudut dengan mata berbinar. Kenangan lama berkelebat, saat dulu aku dan teman-teman sering nongkrong di kafe dekat sini, menghabiskan malam dengan diskus
Capítulos em Alta