Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MISTERI WANITA REMBULAN

MISTERI WANITA REMBULAN

ucap ibu pemilik warung dengan nada khawatir. "Melihat apa?" "Wanita Rembulan!" Ucapnya dengan sedikit terkejut. Agung merasa keheranan sampai-sampai ia mengerenyitkan dahi. "Siapa?" ucapnya dengan menyelidiki. "Ceritanya panjang nak, ada sangkut pautnya dengan sebuah legenda dari jaman leluhur. Sebetulnya ibu sendiri kurang yakin, Pasti hanya karena ada beberapa persamaan dia dinamai dengan tokoh dari legenda wanita Rembulan."
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai cerita remas payudara
Baca
+Pustaka
Hanya Sebatas Istri Bayaran

Hanya Sebatas Istri Bayaran

bentak Rani yang mulai tersulut emosi. "Aku tidak ada pilihan lain. Sayang, cabang di kota itu begitu ramai dengan pembeli, bahkan dalam waktu satu minggu saja omset Cafe itu bisa mencapai puluhan juta," jelas Niko sambil meletakkan gelas yang ada di tangannya. "Wah. Hebat kamu, Nak. Ibu bangga akhirnya kami bisa mengembangkan usaha Rani," ucap Lina yang terlihat bahagia. "Bukan begitu, Rani."
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai cerita remas payudara
Baca
+Pustaka
TERJERUMUS TEMAN KOS

TERJERUMUS TEMAN KOS

Sembari melepaskan kancing kemeja kebesaran yang ia kenakan satu persatu. Hingga semua kancil itu lolos dari lubangnya. Hingga kemeja itu kini terbuka, memamerkan tubuh indahnya. Payudara kencang yang tidak terlalu besar, tidak juga terlalu kecil, berbalut bra merah dengan motif garis-garis. Perut rata dan aroma tubuh yang seketika menyeruak memenuhi ruangan ini. “Jangan membuat konsentrasiku buyar sayang. Atau aku nanti hanya memasukkan enam digit angka,” ujar Om Firman.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai cerita remas payudara
Baca
+Pustaka
Menghitung PELAKOR Di Hati Suamiku

Menghitung PELAKOR Di Hati Suamiku

Mama Enik memeluk dan mencium pipiku. Hmm, badanku kurus kering, katanya. Dengan tinggi 167cm, berat badanku hanya 50kg. Orang bilang justru itu seksi. Namun, buat mama mertua, itu kurus kering. Yah, biarkanlah. “Hah? Mbak Anissa hamil? Hore! Aku akan punya keponakan!” teriak Desy berlari keluar dari dalam kamarnya. Ia memeluk dan mencium pipiku.
1014.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 516 kali sebagai cerita remas payudara
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN CANTIK ITU MENGAKU ISTRIKU

PEREMPUAN CANTIK ITU MENGAKU ISTRIKU

Sedikit risih dan terasa agak geli ketika ada perempuan yang menatap bagian yang menyembul di bagian itu. Beberapa suapan mampu kutelan hingga sampai tinggal tiga suapan yang tak mampu kuhabiskan. "Sudah, aku sudah kenyang," pemberitahuanku kepada Dysta. "Satu suap lagi, ya, Mas," rayunya agar aku mau menerima suapannya sekali lagi. Dysta menggoda dengan kedipan mata yang mengibas-ngibaskan bulu mata yang seperti sayap kupu-kupu naik-turun keatas dan ke bawah dengan centinya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai cerita remas payudara
Baca
+Pustaka
Sepupu tapi menikah

Sepupu tapi menikah

tapi tanpa sengaja tanganku menangkup payudara sebelah kanan miliknya. bukannya segera menjauhkan lenganku, aku malah sengaja meremas kasar payudara miliknya. Sampai ia mengeluh kesakitan "awwwhh..." gadis itu pun langsung menghindar dan berusaha meraih dompetnya tersebut
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai cerita remas payudara
Baca
+Pustaka
Jadi Ratu Usai Ditalak

Jadi Ratu Usai Ditalak

Betulkah Mas Cipta tak akan membawaku berkenalan dengan orangtuanya? “Resa, jangan muluk-muluk kamu. Coba kita sadar diri dulu. Kamu itu janda, sudah punya anak satu. Dari keluarga tidak punya. Cowok berpendidikan dan ganteng seperti Cipta, apalagi gelagatnya hanya minta uang melulu, apa kamu yakin kalau dia itu serius? Astaga, Resa! Sepertinya kamu harus ambil kuliah kalau sudah punya banyak uang. Wawasanmu benar-benar sempit!” Mamak mencengkeram keras lenganku. Sakit, hatiku sakit dikata-katai Mamak seperti itu.
19.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 712 kali sebagai cerita remas payudara
Baca
+Pustaka
Gawat, Nyonya Minta Jatah!

Gawat, Nyonya Minta Jatah!

racau Sari dengan pinggul berputar dinamis. "Mbak, apemmu itu loh, asli gurih banget, jepitannya enggak ada lawan!" Kedua tangan kekar Agus meremas-remas gemas payudara Sari yang masih tertutupi kaos oblong hitamnya. Remasan kuat itu memicu gundukan montok semakin tegang. Goyangan Sari juga menjadi beringas, membuat cairan hangatnya sampai luber. Itu membanjiri seluruh batang perkasa milik Agus.
1073.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai cerita remas payudara
Baca
+Pustaka
Nyonya Puas Abang Lemas

Nyonya Puas Abang Lemas

"Remas payudaraku, Rus... biar aku ngerasa makin penuh!" Rusdi melepaskan dasi itu lalu merunduk, dia merangkul tubuh Vivian dari belakang dan meremas kedua payudara jumbonya yang sedang tergencet di permukaan meja. Daging yang sangat besar dan sangat empuk itu terasa begitu padat di tangannya. Rusdi bisa merasakan puting Vivian yang keras bergesekan dengan telapak tangannya yang kasar. "Gusti, payudara Nyonya benar-benar berat dan panas... Kenapa bisa ada daging seenak ini," gumam Rusdi sambil menggigit telinga Vivian dengan gemas.
9.6302.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.3K kali sebagai cerita remas payudara
Baca
+Pustaka
Bukan Ibu Susu Biasa

Bukan Ibu Susu Biasa

“Dokter pasti salah!” “Itu bukan bayiku. Anakku sehat … aku baru aja lahirin dia. Aku ingin menyusuinya.” “Dia pasti haus’kan, Dok? Karena udah berjam-jam dia belum minum ASI ku.” Bibir coklat Dokter Darma terkatup. Bola mata kecil itu bergerak-gerak menatap wajah pucat pasiennya dari balik kacamatanya yang minus.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai cerita remas payudara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status