WARISAN DARI BAPAK
tanyaku emosi disertai teriakan
Bu Romlah tampak terbengong-bengong, sementara Bapak dan Mas Lian mendekat.
"Ada apa ini, Nduk? Kenapa teriak-teriak?" tanya Bapak.
"Iya, Dek. Ada apa?"
"Walah, aku cuma nanya doang kenapa muka dia sepet banget, eh malah merembet ke mana-mana."
"Ke mana-mana gundulmu peang! Selama ini saya sabar ya dinyinyiri karena belum punya anak. Apalagi, saya juga tahu kalau kemarin Bu Romlah nyodorin Liana ke ibunya Mas Lian, kan?"