Ketika Adikku Inginkan Suamiku
”
“Saya masih Di Penang, Kak. Besok baru pulang. Jadi tadi itu, tetangga kamar di kos-an nelpon. Mereka ngeluh karena ada seorang Ibu-ibu di kamar saya yang tak henti menangis. Mereka merasa terganggu. Saya ingat Rara pernah nelpon, mau membawa mamanya ke kos-an saya. Saya telpon dari tadi si Rara, gak nyambung-nyambung, Kak.”
“Seorang Ibu-ibu menangis di kamar kamu?” sergahku kaget.
“Iya, Kak. Sepertinya Rara yang membawa dia ke situ.”
“Rara? Jangan-jangan itu Mamanya?”
“Iya, Kak. Rara mana? Saya mau nanya langsung aja. Enggak enak sama tetangga kos saya, Kak.”
“Ardo, mohon maaf, ya. Tolong kirim alamat Kos an kamu, kami akan segera jemput Mama Ratna.”
Hot Chapters