Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Nafsu Tuan Sanjaya

Terjebak Nafsu Tuan Sanjaya

Bahkan bumbu dasarnya hanya menggunakan bawang putih dan bawang bombay yang dicincang kasar tidak lebih dari itu. Wajah Davinka mendadak berubah, senyum indah itu kini sudah hilang dan tergantikan dengan wajahnya yang sendu. Davinka hembuskan nafas kasar. Mengingat kejadian naas itu siapapun pasti merasa gelisah dan menjadi takut.
9.9130.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai cerpen bawang merah bawang putih
Tampilkan Ulasan (39)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Vina Marcia
Ceritanya menarik dan bagus, alhamdulilah sudah selesai baca sampai bab terakhir, saking ceritanya membuat penasaran di setiap bab nya, aku bela-belain beli koin buat tau ceritanya sampai akhir. Endingnya juga suka dimana semua masalah selesai dengan baik dan semuanya bahagia. semangat untuk penulis
Baca Semua Ulasan
Berpura-pura Miskin Demi Anak-Anakku

Berpura-pura Miskin Demi Anak-Anakku

Abbas membungkuk di depan teras, sedangkan tangannya sudah sangat siap untuk membuka ikatan uang menjerat karung berisi bawang putih dan merah tersebut. Memang seperti itu, bawang yang baru datang harus dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dipindahkan ke pedagang kecil. Barulah bawang akan tampak lebih menarik untuk dibeli. Tanpa bersusah payah mengupas lebih. “Cepet ambil pisaunya,” ucap Abbas masih menarik ujung ikatan karung. Keraguanku dan penolakanku tak lagi berguna. Aku lebih mendahulu permintaan sang suami yang tak ingin menunggu.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai cerpen bawang merah bawang putih
Baca
+Pustaka
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Ia mengenakan kaos partai berwarna kuning cerah yang ukurannya kedodoran, kaos sisa kampanye milik Pak RT sebagai hadiah atas performanya di panggung kemarin. Di depannya, sebuah tampah bambu besar berisi gunungan bawang merah. Bastian sedang duduk bersila di samping Ibu Ayu. Tangannya yang halus kini memegang pisau dapur kecil, sibuk mengupas kulit bawang merah satu per satu. Matanya merah, sembap, dan air mata mengalir deras membasahi pipinya yang glowing. "Hiks... ini bawangnya pedes banget, Bu Ayu," isak Bastian, suaranya sengau.
967 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai cerpen bawang merah bawang putih
Baca
+Pustaka
Tragedi Cinta Bunga

Tragedi Cinta Bunga

Bi Enok menyerahkannya ke telapak tangan Mahmud, lalu berkata, “Makanlah ini barang satu atau dua butir ….” ‘Butir?’ Kembali benak lelaki tersebut bertanya penasaran. ‘Butiran apa? Dari baunya … ini seperti ….’ “ … Bawang putih,” imbuh kembali perempuan itu melanjutkan kalimat. “Jangan dulu bertanya-tanya, Juragan. Ayo, makanlah sebelum masuk ke dalam kamar.”
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai cerpen bawang merah bawang putih
Baca
+Pustaka
Pengantin Dadakan

Pengantin Dadakan

Duh, hampir keluar tandukku. “Cuman bawang merah putih sama bawang daun ditumis kasih telor orak arik,” jawabnya agak takut. Aduh kamu, kan, tentara, Bang, kok takut sama aku. “Bohong, pasti ada tambahan resep lain, ngaku aja deh.” “Demi kamu yang tambah cantik, aku nggak bohong, itu makanan pas aku masak lagi laper banget.”
1018.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 733 kali sebagai cerpen bawang merah bawang putih
Baca
+Pustaka
Pharmacist Save the Villain

Pharmacist Save the Villain

“Danar! Kamu tidak boleh seperti itu. Bawang Merah dan Bawang Putih memang nama bumbu dapur, tapi tanpa bahan itu rasa masakan akan kurang. Bawang juga banyak khasiatnya.” “Tuan Tabib memang baik seperti mbakyuku. Kalian berdua cocok,” celetuk Bawang Putih. Aku seketika tersedak. Danar tak terima dan memulai pertengkaran dengan Bawang Putih. Sementara itu, Dharma menggaruk kepala dengan pipi bersemu. Ya ampun, jangan lagi! Jangan lagi terjerat cinta dua bersaudara. Aku pasti hanya salah lihat!
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai cerpen bawang merah bawang putih
Baca
+Pustaka
Mendadak Jadi Sugar Baby

Mendadak Jadi Sugar Baby

“Enak Wil! Serius… ini enak banget!” “Hehehehe… iya Kak…” Senyum Wilona kaku sekali. Ya Allah tolong… “Ini bumbunya apa aja Wil? Biar Kakak bisa coba juga besok.” Air muka Wilona langsung kosong. “B-bumbu? Bumbunya apa?” Evelyn mengangguk antusias, menunggu jawaban. Wilona ingin menjerit. Dia bahkan tidak tahu bedanya bawang putih dan bawang merah kalau tidak diperhatikan betul. Jangankan bumbu balado, pegang ulekan aja belum pernah.
1029.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 879 kali sebagai cerpen bawang merah bawang putih
Baca
+Pustaka
Aku (bukan) sugar baby

Aku (bukan) sugar baby

"Paham ya, Juwita? Sekarang kamu coba." Juwi mengambil pisaunya, dia memegang bawang sepeeti yang di ajarkan Chef Aron lalu merajang bawang merah sesuai yang telah di ajarkan. Awalnya Juwi merasa sama saja seperti saat dia merajang asal-asalan tapi saat berjalan beberapa menit terasa perbedaanya. Teknik melintangi ruas bisa mengurangi mata perih. Juga potongan menjadi bagus. Apalagi untuk yang suka mengolah bawang setengah halus, sangat cocok. "Biasanya di rumah kamu masak apa, Juwita?"
6.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai cerpen bawang merah bawang putih
Baca
+Pustaka
Raja Hantu Kegelapan

Raja Hantu Kegelapan

Serta sebuah pisau, dan centong logam. Dia membuka wadahnya dan mengambil beberapa siung bawang putih dan bawang merah, lalu mencincangnya. Rostav hanya melihat dengan santai sambil bersandar di kusen pintu. Dia melihat bagaimana Cia mencincang bawang putih dan bawang merah, gerakan tangannya seperti seorang koki profesional. Tidak, membandingkannya dengan koki profesional sepertinya terlalu jauh. Yang pasti, gerakan tangannya dalam mencincang bawang putih dan merah sangat halus. Sepertinya dia sudah terbiasa melakukannya.
337 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai cerpen bawang merah bawang putih
Baca
+Pustaka
Bride (Indonesia)

Bride (Indonesia)

Semua bahan telah ditemukan Arlan, sedangkan Zara seperti biasa ia mengacau apa yang dikerjakan Arlan. Arlan mulai meyiapkan bawang merah, bawang putih yang masing-masing dua siung, dan tidak lupa daun bawang. Ia meminta Zara mengupas kulit bawang, sedangkan ia sibuk mengiris daun bawang. "Arlan! Zara nangis, nih!" guyon Zara ketika mengupas dan memotong bawang sembari terus menahan ingusnya yang hendak turun.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai cerpen bawang merah bawang putih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status