Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mantanku, Kakak Iparku

Mantanku, Kakak Iparku

Panik, Deo cepat-cepat melipat kertas itu dengan asal-asalan dan bergegas menyelipkannya di dalam kemeja yang dia kenakan. Dan sekarang kertas itu lecek tidak keruan bentuknya. Veren mencoba meratakan lembaran kertas itu di atas meja belajar Deo. “Masih bisa ditandatangani, kan?” tanya Deo penasaran. “Cuma lecek doang itu sih ...” “Nggak papa, masih bisa kebaca. Materainya juga masih nempel,” jawab Veren. “Pasal-pasalnya udah nggak ada yang kurang, kan?”
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai cerpen dua lembar
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua (Istri)

Di Antara Dua (Istri)

Aku tidak akan membiarkannya hidup dengan tenang sampai aku puas dengan dendam dan pembalasanku. "Apa yang kau pikirkan, kenapa kau tercenung melihat cek yang kusodorkan? apa angkanya kurang ataukah aku harus menambahkan nolnya?" Hujan lelaki itu sambil melirik kertas dengan pinggiran berwarna gold dengan nominal 150 juta. "Boleh, tambahkan saja 2 nol lagi," ucapku sambil bercanda. "Bisa, asal kau bisa bekerja sama."
1065.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai cerpen dua lembar
Baca
+Pustaka
Kaya sih, tapi Pelit!

Kaya sih, tapi Pelit!

Lalu, hendak pergi, ‘Enak saja, main suruh tanpa meminta persetujuan, siapa pula lelaki itu sampai haru kutunggui! “Dua lembar!” ucapnya singkat. Aku berhenti dan menengok, menatap wajahnya untuk paham apa yang baru saja ia ucapkan. “Uang yang kuberikan tadi dua lembar, ini hanya satu!” jelasnya. Mataku langsung naik ke atas, mengingat-ngingat, di mana uang satu lembarnya lagi? Celaka! aku sudah menggunakannya untuk membayar makan.
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai cerpen dua lembar
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Cinta

Di Antara Dua Cinta

Alisnya sedikit terangkat, bibirnya membentuk senyum kaku karena kaget. "Sam, kamu lagi ngapain?" tanyanya pelan, suaranya naik setengah oktaf. "Aku mau mengecat tembok ruang tengah ini, Nin," balasnya sambil memperlihatkan kaleng cat di hadapannya.
575 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai cerpen dua lembar
Baca
+Pustaka
Tak Ada yang Kedua

Tak Ada yang Kedua

Ia mengirimkan laporan medis yang kutinggalkan di studio lukis kepada Niko. Juga… Ia menuliskan sebuah surat untukku. Sebuah surat yang sangat panjang. Setiap kata dalam surat itu penuh dengan penyesalan. Ia juga menceritakan tentang sebuah mimpi buruk yang dialaminya. Dalam mimpi itu, ia memaksaku untuk bercerai, tapi aku menolak. Lalu, ia merancang jebakan, menyeretku ke ranjang beberapa pria.
27.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 576 kali sebagai cerpen dua lembar
Baca
+Pustaka
Istri Palsu sang Milyarder

Istri Palsu sang Milyarder

Sebuah tulisan dari tangan dengan huruf kapital besar terpampang jelas di atas kertas gambar. GAMBAR DUA ORANG WANITA KEMBAR DAN DUA LAKI-LAKI Lena hanya diam membaca tulisan itu dan jemarinya dengan cepat menari di atas kertas putih kosong. Elmer hanya memperhatikannya dari tempat duduk sambil mengisap rokoknya dan meminum se sloki wine. Tidak lama kemudian, ia berdiri dan berjalan menuju ke tempat pemuda itu. "Sudah selesai," ucapnya datar dengan menyodorkan kertas gambarnya.
9.836.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 725 kali sebagai cerpen dua lembar
Baca
+Pustaka
BALAS DENDAM CANTIK

BALAS DENDAM CANTIK

Tak akan pernah ada kesempatan kedua. Yuuk baca juga cerbung Naik Ranjang yang akan membuat perasaanmu nano-nano. Sedih, tegang, juga senyum-senyum sendiri. Cus buktiin. Satu detik lagi up cerbung Naik Ranjang
10.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 360 kali sebagai cerpen dua lembar
Baca
+Pustaka
Kita dan Cerita

Kita dan Cerita

Hebat bukan, atau malah aneh? Pak Dani menutup sesi perkenalan diri setelah siswa terakhir yang duduk di deretan depan kembali duduk dikursinya. Pak Dani bergerak menuju mejanya setelah dari tadi berdiri ditengah kelas untuk sesi perkenalan diri. Dia membuka tas hitam yang ia bawa tadi, mengambil beberapa lembar kertas HVS yang sepertinya sudah ia potong menjadi dua bagian. Pak Dani memberikan beberapa kertas ke siswa yang duduk di deretan depan dan menyuruh mereka untuk membagikannya satu persatu kebelakang.
18.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 527 kali sebagai cerpen dua lembar
Baca
+Pustaka
Senandung Masa SMA

Senandung Masa SMA

“Kenapa, Ri?” Matari menyerahkan selembar kertas folio pada Arai. Arai membaca isi kertas itu. Ternyata kerangka karangan milik Matari yang akan digunakannya untuk lomba cerpen. “Ini punya gue, gue harap punya lo bisa segera jadi ya?” tanya Matari. “2 hari lagi kan pembekalan.” Arai menarik napas. “Gue udah mutusin buat nggak lanjut.”
12.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai cerpen dua lembar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status