Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH 2. Luka Mas Abi ~Aksara Ocean~ Hari masih pagi saat Ibu datang ke rumahku, bahkan aku baru saja bersiap memasak untuk sarapan pagi.Tidak mau membuat Ibu menunggu, aku segera membuka pintu dan terlihatlah wajah Ibu mertuaku yang tengah mengipasi wajahnya. “Bi! Abi!” Ibu langsung nyelonong masuk dan duduk di sofa, sofa butut milikku.
9.6236.0K viewsOngoingAdded to Library 7.3K Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
SENTUHAN HARAM SUAMIKU

SENTUHAN HARAM SUAMIKU

Sementara aku, baru saja selesai sarapan di meja makan. "Waktu jaman ibu dulu, tiga hari setelah lahiran juga sudah kuat nyuci baju, beresin rumah, malah ibu kuat nyari kayu bakar ke hutan," ujar ibu jumawa. "Wanita jaman sekarang kok malas-malasan sih. Apa-apa dikerjakan suami," lanjutnya lagi. Rina yang menemaniku di meja makan langsung menatapku dengan perasaan tak enak.
1061.1K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
Aku (Bukan) Istri Pilihan

Aku (Bukan) Istri Pilihan

Terasa gamang di kalbu, bagaimana aku akan menjalani hari hariku bersamanya, menjalankan peran sabagai istri untuknya. “Kami pulang, In. Baik-baik di sini, ya, Nak! Jadilah istri yang terbaik buat suamimu!” Ibu memeluk dan mengusap punggungku. “Indri takut, Buk,” bisikku pelan.
1032.9K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
ART Kesayangan Tuan Rain

ART Kesayangan Tuan Rain

“Ada apa, Haru? Kamu bisa cerita ke ibu.” Haru mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata ibunya dengan pandangan yang penuh rasa penasaran dan kebingungan. Akhirnya, dengan suara yang nyaris berbisik, ia berkata, “Ibu... kenapa Ibu bohong ke aku?”
102.1K viewsCompletedAdded to Library 68 Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
Hajatan di Rumah Ibu

Hajatan di Rumah Ibu

tanyanya hati-hati. Aku mengangguk pelan, mencoba menyembunyikan rasa yang kembali terasa menyakitkan. “Yang sabar, Tah! Ibu kira kamu menikmati jamuan di sana. Ibu juga tidak sempat datang. Tiga hari sebelum acara, Ibu sempat ketemu ibumu di pasar. Saat itu Ibu sedang membawa hasil kebun untuk dijual, dan kebetulan ibumu sedang membeli bahan-bahan. Di situ, ibumu mengundang Ibu. Ibu kira kamu juga diundang,” Cerita Bu Santi.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
AKU INI BUKAN MENANTU SAMPAH

AKU INI BUKAN MENANTU SAMPAH

“Mana ibu tahu, ‘kamu juga enggak pernah cerita apa pun, tapi kalau dilihat-lihat kayaknya mertuamu baik banget. Buktinya kalian betah banget tinggal di sana, 6 kali lebaran pun enggak pernah pulang.” Entah kenapa aku malah tertawa mendengar penuturan ibu. Serapat itu aku menyimpan cacatnya mertuaku. Sampai-sampai orang tuaku saja yang hampir setiap hari bertukar kabar denganku tidak tahu sifat buruknya yang benar-benar membuatku tersiksa.
1049.7K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
Ibu untuk Anakku

Ibu untuk Anakku

perintah ibu. Liana kemudian menggoreng tahu dan ikan. "Ini!" Ibu menyerahkan kepada Liana jengkol yang sudah dibersihkan. Liana menggoreng jengkol. "Riana dan Giana pesawat jam berapa?" tanya ibu. "Giana pesawat siang ini, bu, sedangkan uni ... Li, belum memberitahu uni. Ibukan tahu uni pasti nggak mau pulang," beritahu Liana.
3.5K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
TERNYATA IBUKU TAK IKUT LIBURAN

TERNYATA IBUKU TAK IKUT LIBURAN

ucapku, tanpa memperdulikan siapa yang berteriak di luar. "Ibu sudah makan, bubur instan sehat yang kamu pesankan tadi malam, ibu memakan itu lalu minum obat. Ibu gak tega bangunin kamu, ibu tau kamu pasti capek banget," sahut ibu, syukurlah. Aku mengelus dada lega. "Sepertinya itu suara mertuamu, cepat bukakan pintu," ucap ibu, ia bangun lalu bersandar pada sandaran ranjang.
1015.2K viewsOngoingAdded to Library 515 Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
KUBALAS HINAANMU DENGAN UANGKU

KUBALAS HINAANMU DENGAN UANGKU

Dan mempersiapkan kalimat yang akan aku ucapkan agar mereka bungkam setelah mendengarnya. "Kenapa Ibu gak mau jaga Hawa tadi pagi? Kalau Ibu jaga Hawa, aku kan bisa nyetrika sejak tadi pagi!" Skakmat, ini baru permulaan ya. Tunggu aja, besok kamu akan mati kutu dibuatnya. "Ibu itu sibuk. Kerja, masak dan segala macem. Jadi gak sempet ngurusin hal yang gak penting!" jawab Ibu gelagapan.
1020.7K viewsCompletedAdded to Library 496 Times as cerpen hari ibu
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status