Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
The First and Only One

The First and Only One

Setelah memastikan Andrea nyaman, Aruni keluar dari kamar gadis itu. Sepeninggal Aruni, tidak lama manik bulat Andrea perlahan terbuka lagi. Ia mengerjap pelan sambil memegang kepalanya yang masih terasa pening dan udara di sekitarnya terasa panas. Kerongkongannya terasa kering. Andrea mendudukkan dirinya. Ia menoleh ke arah nakasnya dan menemukan segelas air di sana. Tanpa pikir panjang, ia langsung mengambil gelas itu dan meneguk isinya. Ia kira dengan meminumnya, rasa hausnya akan hilang, tapi nyatanya tidak. Ia merasa semakin haus dan ia mulai merasa kepanasan. Kenapa udaranya terasa panas sekali? ***
107.2K viewsOngoingAdded to Library 257 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Antara Dendam dan Cinta

Antara Dendam dan Cinta

“Tidak apa.” Maya mengangguk pelan. Sepertiya Mulan tidak akan bercerita dan Maya tidak akan memaksanya. Dia sudah cukup berpuas sampai di sini. Mereka melanjutkan percakapan ringan tentang kehidupan masing-masing. Mungkin Maya takut Mulan tidak akan membaca catatan yang susah payah dibuatnya. Maka tanpa disuruh, dia bercerita panjang lebar dan penuh keantusiasan yang tinggi. Dia seperti tidak sabar keluar dari sangkar emas yang dibuat keluarganya sendiri. Sedangkan Mulan menompang kepala dan mendengar rentetan cerita Maya bagaikan dongeng pengantar tidur. Dia sampai menguap lebar yang sekaligus mengundang desahan panjang dari gadis di depannya. Maya menghentikan ceritanya dan tersenyum keci
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 508 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Love you forever

Love you forever

Kenapa ia harus bertemu lagi dengan pria keparat itu. Andrea melangkah menuju kulkas dan mengambil sebotol air mineral lalu meminumnya sekali teguk. Segarnya air itu membuatnya sedikit tenang. Andrea menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang dan menatap langit-langit apartemennya. Mengapa hari ini ia merasa apartemennya sangat sunyi. Andrea bangkit dan menyalakan tape recorder dan memutar lagu favoritnya. Sebuah lagu duet Withney Houston dengan Celine Dion.
9.92.7K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Bencana Termanis

Bencana Termanis

Keringat dingin membasahi dahi Ivana, pun tangannya basah akan keringat. “Semua akan baik-baik saja, Sayang. Kamu percaya mama, kan?” Tangan Windy terulur mengelus lengan Ivana untuk memberi kekuatan. “Jangan terlalu gugup, lihatlah wajahmu berkeringat,” lanjut Windy.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Menjadi Istri Kedua Tuan Presdir

Menjadi Istri Kedua Tuan Presdir

Perlahan tautan bibir mereka terlepas saling pandang dalam dekapan, saling menghapus air mata mereka. ** Pagi-pagi buta di lingkungan yang tenang, suasana begitu damai. Udara segar menyusup melalui celah-celah jendela, membawa aroma embun dan dedaunan basah. Di kamar kecil yang sederhana namun nyaman, Bintara dan Aruna tengah tertidur lelap. Tubuh mereka telah polos tanpa pakaian, hanya tertutup selimut tipis yang membungkus mereka dengan hangat. Keheningan pagi itu tiba-tiba dipecahkan oleh tangis Rohana.
9.83.3K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Cinta yang Mengalir Pergi

Cinta yang Mengalir Pergi

Saat kami berpapasan, aku melihat jimat yang disembunyikan di balik kerah Olivia. Yah… Jimat yang dulu aku dan Andika minta bersama di kuil. Jimat agar anak kami lahir dengan selamat. Setengah bulan lalu, jimat itu hilang. Aku panik mencarinya ke sana kemari. Saat kuhubungi Andika, dia malah berkata aku berlebihan. “Hanya jimat, ‘kan? Kalau hilang, ya sudah. Lagian, apa hebatnya jimat itu?” ucapnya.
11.2K viewsCompletedAdded to Library 334 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Mendadak Jadi Istri Artis

Mendadak Jadi Istri Artis

Ia bahkan kehilangan kata-katana. Tak ada pilihan, Andra menganggukkan kepalanya dan segera keluar dari kamar Andini. Seperti ada sesuatu yang mendebarkan dadanya ketika menatap senyum manis itu. Dan Andra harus menyembunyikannya. Malam ini, hujan masih setia mengguyur bumi. Seakan menyenandungkan lagu sendu bagi jiwa-jiwa yang rapuh dan berlingkup sepi.
105.3K viewsCompletedAdded to Library 144 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Sarung Tangan, Permata, dan Penyesalan

Sarung Tangan, Permata, dan Penyesalan

Di amplopnya tidak ada nama pengirim, hanya tergambar setangkai mawar. Aku ragu selama dua detik, lalu melemparkan surat itu ke dalam perapian. "Semuanya sudah berakhir. Aku nggak lagi cinta, juga nggak lagi benci. Aku cuma berharap di kehidupan berikutnya kita nggak saling bertemu."
2.8K viewsCompletedAdded to Library 84 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Mabuk di Malam Hujan, Berpisah di Terik Kemarau

Mabuk di Malam Hujan, Berpisah di Terik Kemarau

Setiap napas singkat saat ditarik ke permukaan air selalu disertai dengan keputusasaan dan ketakutan yang makin mendalam. Air sungai yang sedingin es terasa seperti ribuan jarum yang menusuk kulit, tulang, hingga ke jantungnya. Dalam ketakutan akan kematian dan rasa sakit akibat dingin yang ekstrem, berbagai kilasan ingatan menyerbu benaknya tanpa kendali. Usia 16 tahun, di bawah pohon tabebuya, seorang pemuda dengan wajah merah menyerahkan surat cinta. Tulisan tangannya tampak canggung, tetapi berisi perasaan yang begitu membara.
3.2K viewsCompletedAdded to Library 84 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Di Ujung Kabut Itu, Dia Tak Kembali

Di Ujung Kabut Itu, Dia Tak Kembali

Rasanya lembut, tetapi tidak membuat mual. Saat turun hujan, wanita itu akan menyelipkan sekantong kecil aromaterapi melati ke dalam saku jasnya secara diam-diam, katanya untuk mengusir hawa dingin yang lembap …. Kelembutan yang begitu kecil hingga hampir diabaikan Arka itu, kini terasa seperti jarum halus yang menusuk jantungnya tanpa suara. Sementara itu, suasana di vila Keluarga Pranaya terasa begitu mencekam.
13.1K viewsCompletedAdded to Library 498 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status