Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Kita bisa melewati rintik hujan bersama, berjalan beriringan sampai rambut kita memutih dimakan usia, sebuah janji untuk menua bersama. Dulu, saat membaca itu, air mataku jatuh karena rasa haru yang luar biasa. Akan tetapi, sekarang, aku sadar bahwa itu hanyalah mimpiku sendiri. Mimpi yang pada akhirnya harus aku wujudkan sendirian. Aku tetap diam di tepi pantai sampai fajar menyingsing sebelum akhirnya memutuskan untuk melangkah pulang. Sepanjang malam ini, baik Rangga maupun Ibu, tak satu pun dari mereka yang ingat untuk sekadar bertanya di mana keberadaanku.
2.2K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Roh Dewa Perang

Roh Dewa Perang

Hira berbaring santai di kasur ukuran single yang ia beli pakai sisa uang dari Arsa. Beberapa menit kemudian ia bangun lagi karena perutnya lapar. Sahira malas pergi belanja tapi stok makanan bahkan yang instan saja sudah habis. Terpaksa ia pakai sepatu lagi dan jalan ke luar. “Panas banget dunia, udah kayak kemarau panjang aja sejak ledakan aneh kemarin.” Hira kelar menggunakan payung. Sejak batu neraka kiriman Dewi Senandika meledak di bumi, sinar matahari jadi terasa lebih panas dan persediaan air jadi lebih sulit. Bahkan Hira berhemat mandi menggunakan air galon satu hari sekali.
1028.8K viewsOngoingAdded to Library 951 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Desa kembali dicekam ketakutan. Suara lolongan anjing hutan menggema tanpa henti sepanjang malam, diiringi gelegar petir meski langit cerah. Anak-anak menangis tanpa sebab, perempuan-perempuan tua berdoa sambil membakar kemenyan di sudut rumah mereka. Sesuatu telah bangkit. Di Hutan Penyucian... Reza dan Ki Harjo berhenti di sebuah mata air tersembunyi di tengah hutan. Airnya jernih, berkilauan seperti perak di bawah cahaya rembulan yang tembus tipis melalui celah pepohonan.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 32 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Perjalanan Cinta dan Harapan

Perjalanan Cinta dan Harapan

“Eh... tadi lo denger juga kan?” “Iya, gue denger,” jawab El pelan. Hujan masih turun deras. Suasana kembali sunyi. Dan dari luar... seolah ada langkah pelan yang mendekat ke arah pintu kelas mereka. Suasana di kelas masih mencekam. Hujan yang tak kunjung reda membuat udara semakin dingin, dan setiap kali petir menyambar, Tiara refleks menutup telinganya erat-erat sambil memejamkan mata. Rafa mencoba menenangkannya, tapi tangannya pun sedikit gemetar.
660 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Setelah Malam Itu

Setelah Malam Itu

Note: Holla, karena pada minta extra part tampil di Goodnovel, jadi abi tampilin di sini juga. Selamat membaca yaaa :) ~ Lima tahun kemudian ~ Kedamaian jiwa Glenn terusik oleh gerakan yang menggelitik di lengannya. Matanya yang lama terpejam perlahan terbuka, dengan gerakan tidak memburu mulai berusaha menjernihkan pandangan mata yang samar-samar.
9.8262.9K viewsCompletedAdded to Library 9.5K Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Sistem Militer : Bertahan Dari Kiamat Zombie

Sistem Militer : Bertahan Dari Kiamat Zombie

Dia terus menghitung dengan ketat persediaan pil yang tersisa, menjatah pil-pil tersebut untuk saat-saat ketika dia benar-benar membutuhkan dorongan ekstra. Andrea mempertahankan kecepatan yang stabil saat ia bergerak lebih dekat ke Tarlac. Lanskap perlahan-lahan mulai berubah, dengan lebih banyak tanda-tanda kehidupan yang muncul ketika dia memasuki daerah yang tidak terlalu terpengaruh oleh kiamat zombie. Itu adalah perubahan kecil namun nyata, dan itu memberi Andrea secercah harapan bahwa kota kakek-neneknya mungkin bernasib lebih baik daripada yang lain. Tapi Tiba-tiba dia mendengar desiran angin dari belakang.
109.9K viewsCompletedAdded to Library 366 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

Dosen Tua Kaya Raya Itu Suamiku

“Mas Anung, Mas Bayu, Rangga, apa kabarnya? Lama banget nggak ngopi-ngopi sama mereka.” Andra meneguk air dalam botol. Angin awal musim kemarau bertiup agak kencang membawa udara beraroma tanah dan debu. Sinar matahari jelang siang lebih terik dan terasa menyengat di kulit. Andra mengibas-ngibaskan topi di depan wajah demi mengusir gerah sambil menunggu Mei membuka mulut. “Semua baik.” “Kamu sudah lama di Jogja?”
1044.9K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Terjerat Cinta Sang Barista

Terjerat Cinta Sang Barista

Leo meremas lembut tangan Andrea yang berada dalam genggamannya, merangkul pinggang gadis itu lebih dekat untuk menghantarkan hangat tubuh. “Lain kali, ajak aku bersamamu,” gumamnya di puncak kepala Andrea. “Ke mana pun kau pergi, aku ikut. Kau tidak sendirian lagi, Darling, tidak akan pernah sendirian lagi.” “Meski aku ingin pergi ke Hokkaido untuk melihat festival salju dan pahatan dari es?” tanya Andrea jahil. Ia tertawa rendah. “Aku tidak keberatan.”
101.6K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
Cinta yang Tak Diundang

Cinta yang Tak Diundang

Tubuhnya terasa segar setelah berendam di bathup sekitar lima belas menit. Sagara mengeringkan rambut basahnya menggunakan handuk kecil berwarna putih. Ia berjalan kearah tempat tidur dan mendapati Fidella masih menyelimuti seluruh tubuhnya. "Hei, tadi kau kenapa?" tanya Sagara yang sudah berdiri di depan cermin untuk menyisir rambut basahnya. "Kau terlihat seperti singa betina yang ketakutan sang raja hutan diterkam betina lain. Mungkinkah itu sejenis cemburu?" Hening, tidak ada suara melengking yang menjawab pertanyaan Sagara.
1013.8K viewsOn holdAdded to Library 522 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
KISAH KELAM PERAWAN DESA

KISAH KELAM PERAWAN DESA

Ucapan itu bagai siraman air hujan di padang pasir yang gersang. 'Kamu menjadi milikku? Ya Allah, apakah itu mungkin?' batin Saraswati sambil menatap wajah Reyndra dengan seksama. Bersambung...
105.3K viewsOngoingAdded to Library 205 Times as cerpen kemarau karya andrea hirata
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status