Lelaki Pilihan Surga
“Alhamdulillah. Kalau aku harus ke kampus, aku laksanakan empat rakaat. Tapi, jika aku di rumah, aku berusaha menyempurnakannya dengan delapan rakaat.”
“MasyaaAllah.” Citra semakin kagum, pada sahabatnya itu. Dia menatap Aara, matanya berkaca-kaca.
“Aku sangat cemburu padamu, Ra. Kamu sudah terlalu jauh meninggalkanku dalam hal ibadah. Aku cemburu, kamu sangat dekat dengan Allah.”
“Cit, apa yang kamu lihat sekarang, itu bukan sesuatu yang mudah dan instan. Semua berproses. Dan tantangan untukku saat ini, adalah mempertahankan apa yang sudah kumulai.”
الفصول الرائجة