TETANGGA TAPI PANAS
Garasi kosong, lampu padam, tidak ada dering telepon atau pesan menyebalkan.
Ruby menegakkan tubuhnya, menampar kedua pipinya sendiri dengan cukup keras. "Fokus, By! Fokus! Lo itu penulis fantasi romantis, bukan detektif! Jangan overthinking. Udah, nulis!"
Ia memaksa jemarinya menari di atas keyboard. Ia mencoba menuliskan adegan pertemuan kedua tokoh utamanya di sebuah taman. Namun, lagi-lagi, alam bawah sadarnya mengambil alih. Bukannya menulis dialog romantis, jari-jarinya justru merangkai kalimat yang kelam.
Bab Populer