Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SUCI TAK PERAWAN

SUCI TAK PERAWAN

ucapku dalam hati. Kami kembali berjalan hingga akhirnya Cean berhenti mendadak, entah lelah atau kenapa. Wanita itu menatap ke arah kakinya yang lama-lama terlihat basah, tidak mungkin kan dia tidak bisa menahan air seninya. "Kak, sepertinya air ketubanku pecah," ucap Cean sambil memegangi tanganku. "Hah?!" Aku kaget dan bingung dengan apa yang terjadi.
1017.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai cewek berak
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Cahaya

Legenda Dewa Cahaya

Gelombang ledakan mengerikan itu menghancurkan gunung hingga mengenai cacing Kehancuran yang saat itu tengah dibakar oleh Kahiyang Dewi dengan semburan Api Nerakanya dan Zhou Yin dengan api Phoenix dari atas langit. "Ledakan itu...Apakah ini kekuatan Bara Sena...?" batin Zhou Yin sambil menatap kearah gumpalan asap hitam raksasa yang membubung ke langit bersama Kobaran api merah membara. Tanah berguncang laksana dilanda gempa. Cacing raksasa itu pun meraung keras diterpa gelombang api ledakan Sembilan Kutukan Neraka. Dagingnya terkelupas dan mengeluarkan cairan merah.
1075.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai cewek berak
Baca
+Pustaka
PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

“Capek. Ngantuk. Besok pagi juga pasti ngos-ngosan di kantor.” “Terus?” “Tapi aku senang,” lanjutnya. “Begadang bareng kamu. Terima telepon random pas meeting karena kamu kepikiran hal aneh.” Qale terkekeh. “Kayak minggu lalu aku nelpon cuma buat nanya… bayi bisa cegukan nggak.” “Dan aku googling selama setengah jam,” sambung Wafa. “Demi menjawab agar kamu yakin sama jawabannya.”
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai cewek berak
Baca
+Pustaka
Pak Ceo, Aku Ingin Anak

Pak Ceo, Aku Ingin Anak

kata Maya, kelelahan, tetapi matanya bersinar. ​Maya segera memetik Daun Dewa, Kunyit Putih dan Dong Quai yang masih segar-segar. ​Anton dan Bima terlihat sangat lelah. "Nona Maya, kita harus turun. Kita tidak bisa merebusnya di sini. Dan hari mulai senja. Kita harus segera mencari tempat yang aman," kata Anton.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai cewek berak
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Bukan hanya reputasinya yang hancur, ia jauh lebih takut jika putrinya sendiri, Mora, akan memandangnya dengan rasa jijik jika mengetahui rahasia kelam ayahnya itu. Setelah segala persiapan rampung, Bonaga akhirnya berangkat. Ia membawa sekereta penuh gandum yang masih tertutup jerami, serta selusin guci berisi Tuak Bargot Sulingan. Tuak itu bukan sembarang minuman; itu adalah hasil olahanku sendiri dengan bantuan Kakak Dewi di dalam Ruang Celestial. Berbahan dasar air kelapa murni dan fermentasi gandum, tuak ini memiliki aroma yang tajam dan kadar alkohol yang lebih keras—sangat cocok dengan selera kasar para bandit dari desa-desa pegunungan.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai cewek berak
Baca
+Pustaka
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

Udara dipenuhi bau debu yang terangkat akibat orang-orang yang berlarian, keringat, dan ketakutan mewarnai kepanikan itu. Di tengah kegelapan, Raka tiba-tiba mendengar sebuah suara—bukan dari panggung, tetapi dari sebuah speaker kecil yang entah bagaimana dipasang tersembunyi. Suara itu dalam, serak, dan sangat familier di telinganya. “…Tetes darahmu membasahi kelir. Lakon Kurawa yang mengkhianati tanahnya harus ditutup. Ini bukan Bimasena yang lahir kembali. Ini Kidung Murka yang turun ke bumi, Hasto .…”
794 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai cewek berak
Baca
+Pustaka
My Blind Mate

My Blind Mate

Tangan Rebecca bergerak lincah menuangkan wiski ke dalam gelas khusus, lalu dibawa ke hadapan Cery. "Minumlah! Ini produksi terbaru dari perusahaan ayah di pelosok." Tangan Rebecca terulur memberikan segelas wiski khas hasil ketrampilan keluarga. Cery menerima gelas tersebut, kemudian langsung diteguk dalam sekali tuang. Setelah tuntas, Cery tersenyum menikmati aroma khas yang tersisa di gelas kosong. "Baik, aku akan pergi tapi kau harus datang jika ingin tetap hidup!"
611 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai cewek berak
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu Sang Penjelajah Takdir

Perjalanan Waktu Sang Penjelajah Takdir

Para penjaga saling berbisik, cemas dengan keanehan yang terjadi. Tiba-tiba, suara gemuruh keras terdengar dari arah sel Ki Jagabaya. Rantai besi yang mengikatnya hancur menjadi serpihan kecil, seolah-olah dilebur oleh kekuatan supranatural. Dari kegelapan, sosok Leak muncul, mata merahnya bersinar seperti bara api. Di sampingnya, Wewe Gombel tertawa pelan, suaranya bergema di lorong sempit. "Kami datang untuk membawamu pergi," kata Leak dengan nada dingin. "Waktunya telah tiba."
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai cewek berak
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

Dengan marah Wei menendang tubuh anak buahnya hingga menabrak kawan yang satunya. Mereka berdua jatuh dan terjun ke dalam jurang yang cukup dalam. Dua orang yang tidak tahu apa-apa itu harus menanggung kekesalan Wei Chen Tio yang belum sadar, air apa yang tadi dia gunakan untuk minum dan cuci muka. Dan saat dia tengah berpikir, dari atas tebing terdengar suara cekikikan.
1011.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai cewek berak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status