Langit & Mega
"Serius, dong. Aku dapet dari wali kelas. Habis Sani pelit. Temen-temen yang lain juga sama. Kalau temen-temenku nggak ada yang punya juga, sih."
"Beneran gila, ya, lo!"
"Nggak kok, cuma bucin."
Aku tertawa garing. Menertawakan kebodohan Langit.
"Maaf," ucap Langit tiba-tiba.
"Gue nggak butuh kata maaf dari lo. Lagian minta maaf kenapa lagi sih?"
"Baru hubungi kamu sekarang."
"Gue nggak peduli."
"Tapi kita pacaran," ucap Langit dengan nada tercicit.