Pembalasan sang Istri Tertindas
Dia tersenyum pada Landon dan berucap, "Pak Landon, tenang saja. Semasa hidup, aku adalah milikmu. Setelah menjadi arwah, aku juga tetap milikmu. Bakar banyak uang kertas untukku nanti, aku nggak akan mengganggumu."
"Tutup mulut!" Landon yang biasanya ramah dan sopan, untuk pertama kalinya berkata seperti itu kepada seorang wanita.
Dia menggertakkan gigi, kesulitan menahan tubuh Chelsea yang semakin merosot. Saat ini, muncul sedikit kepanikan di matanya.
Tiba-tiba, kepala galeri mengerahkan seluruh tenaganya dan menabrak Chelsea. Chelsea sudah menutup mata, siap menunggu kematian.
Sikat na Kabanata