PENYESALAN SEORANG LELAKI
“Ada banyak waktu Dika untuk merayu kamu, Mel. Kamu pasti akan luluh kalau dia melontarkan janji-janji manis.
“Ada banyak luka yang belum sembuh, Mbak. Jangan takut, saya nggak akan masuk dalam kehidupan kalian. Kita tak pernah sepadan, bagai bumi dan langit. Takdir kami sudah berakhir puluhan tahun lalu. Tidak akan terulang lagi membaca buku yang sama walau sampulnya berbeda, karena kisah saya dengan dia dulu tragis, bodoh kalau saya mengulangi kesalahan yang sama.”
“Tapi, Mel. Wanita bisa bodoh kalau kena cinta, contohnya saya, tetap bertahan puluhan tahun lamanya dengan Dika walau dia tetap mencintai kamu. Nama kamu sering disebut dalam mimpinya. Saya ini cuma pajangan di dalam rumah, kal