ANAK TUKANG CUCI PIRING
“Iya, dari sana kita lumayan sering bertemu, lebih tepatnya berpapasan. Lalu tiba-tiba dia ke sini, dan bilang hendak menikahi Imas demi bisa membahagiakan Ibunya yang sudah lama sakit dan selalu memintanya segera menikah. Imas bingung, Pak. Imas merasa semuanya terlalu buru-buru, Imas merasa tidak diinginkan sepenuhnya. Berbeda dengan Pak Azzam, dari dulu perasaannya tidak pernah berubah. Kecuali saat almarhumah Nenek tega membutakan mata dan hatinya.”
“Iya, Bapak juga sebenarnya merasa Nak Azzam sangat tulus mencintai kamu, Imas. Malah dia pernah bicara sama Bapak, katanya dia gak bakalan menikah sebelum lihat kamu bahagia.” Mendengarnya aku langsung tercengang, lalu diam seribu bahasa, ha