Cinta Pertama Pak Mayor
Alenta tersenyum samar, tapi matanya menyimpan rasa lega sekaligus harap.
“Jadi benar ada cinta pertama yang kamu kejar sampai sekarang. Dan itu Gianina, kan?”
Altar tak menjawab. Hanya terdiam, matanya terarah ke dapur, di mana Gianina berdiri dengan wajah sederhana, polos, tanpa tahu betapa besar badai yang sedang ia hadapi.
Dalam hati, Alenta mengerti—alasan adiknya memilih menduda selama ini bukan sekadar trauma, tapi karena masih ada cinta yang bertahan, cinta yang ingin diperjuangkan meski penuh rintangan.
Chapitres populaires