Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Aku menegakkan tubuh, mencari posisi paling nyaman sebelum bertanya, “Kalau soal restu orang tua… gimana, Mas?”
Mas Zaka tersenyum tipis, pahit. “Jelas ditentang, Dek. Apalagi dari keluarga Papa yang notabene muslim semua.”
“Terus gimana akhirnya bisa dapat restu?”
“Mereka dulu kerja di luar negeri,” jawabnya. “Pulang-pulang mereka sudah menikah dan membawa aku.” Dia terkekeh kecil, tapi matanya berkedip seperti mengenang masa sulit. “Restu itu datang seiring waktu. Mungkin karena sudah pasrah sama kekeras kepalaan anak-anaknya. Atau mungkin mereka akhirnya lihat sendiri kalau Mama dan Papa saling mencintai dan menghargai.”