DIBALIK MASAKAN ASIN BUATAN IBUKU
"Kenapa kriterianya harus seperti itu. Meskipun perawan tua dan tidak kaya, Mbak Sum itu layak dihormati seperti wanita lain Bu. Ibu pengen aku dapat yang kayak Nela lagi? Pengen Bu?! Nela cantik, pinter, alim tapi kenyataannya?"
Bu Wiryo terdiam, ia mengunci mulutnya rapat-rapat ketika Ilham kini balik menceramahinya. Pemuda itu mengembuskan napas berat, melepaskan sendok lalu menyambar air putih yang tersaji di hadapannya. "Mbak Sum jauh lebih baik dari Nela, Bu. Cinta itu gak pandang fisik, Ilham gak mandang Mbak Sum kayak apa yang penting Ilham seneng, bahagia, dan nyaman. Sudah Bu, Ilham mau bantuin Asep bikin kandang dulu. Assalamu'alaikum."
Hot Chapters