SUMPAH PELAKOR
Ibunya, Bu Sumarni, selalu menunggu di dapur, menyajikan nasi hangat yang dimakan tanpa pernah mengucapkan terima kasih.
Suatu malam, Anita kecil melihat ibunya ditampar karena bertanya soal uang belanja. Ia bersembunyi di balik lemari sambil menahan tangis. Ia tak mengerti kenapa ibunya tetap bertahan, kenapa tak pergi saja.
Setiap pagi, Bu Sumarni tetap menyisir rambutnya, mengantar ke sekolah, dan menguatkan hati Anita agar anaknya tumbuh menjadi perempuan cantik dan baik hati.