The Real CEO
“Cuma cium, mwah, gitu doang, Mas. Nggak usah pake lama. Lagian nyium juga nggak harus di bibir, kan? Bisa di kening, atau di pipi. Ck, pasti lagi mikir yang nggak-nggak, kan?”
“Nggak.” Sanggah Lex seketika merasa bodoh. Pikiran Lex sepertinya sudah tercemar, karena beberapa kegiatan panas yang sudah mereka lakukan. “Kamu sendiri yang tadi majuin bibir. Jadi, aku kira kamu mancing-mancing lagi seperti subuh tadi.”
Bab Populer