Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Malam Panas Dengan CEO

Malam Panas Dengan CEO

Zia refleks menjerit panik. “Paman, mau ngapain?” tanyanya panik. “Kamu nyuruh saya mandi, jadi temani saya mandi!” jawab Sean dengan nada menggoda, kemudian ia mengendus tubuh depannya ZIa. “Sepertinya kamu juga harus dimandikan, bau ih,”
1081.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai ciuman panas
Baca
+Pustaka
Cium Aku, Pengantin Salahku

Cium Aku, Pengantin Salahku

Dia menangis. "Astaga, mimpi itu mempengaruhi perasaanku, tidak, Asher Pittman menyebabkan segalanya. Sampai sekarang, aku masih terobsesi dengan ciumannya." Calantha berpikir, dan berusaha untuk tidak memikirkan Asher Pittman.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai ciuman panas
Baca
+Pustaka
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

Giselle yakin jika wajahnya sudah merona merah. “Sepertinya enak, dan wanginya harum banget… ” ujar Akira memecah kikuk yang Giselle timbulkan. Giselle menghela napas panjang, sebelum akhirnya membalikkan badan dan menanggapi Akira. “Sayur sup kimlo ini emang sering aku buat kalau butuh sesuatu yang hangat dan mengembalikan nafsu makan.” jawab Giselle.
1029.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 623 kali sebagai ciuman panas
Baca
+Pustaka
Jeratan Panas Tuan Pavel

Jeratan Panas Tuan Pavel

Ciuman itu terasa suci, nyaris khidmat, jauh dari gairah yang biasa menyala di antara mereka. Namun, meski menahan diri, Pavel tetap merasakan gelombang keinginan yang nyaris mencuat. Satu-satunya hal yang menahannya adalah kesadaran bahwa Aleena sedang memasuki trisemester pertama kehamilannya. Dia masih cukup waras untuk tidak membiarkan hasratnya menguasai, untuk tidak membahayakan calon istrinya—terutama anak mereka.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai ciuman panas
Baca
+Pustaka
Malam Panas Dengan Mantan Suami

Malam Panas Dengan Mantan Suami

Tiba-tiba, kamar mandi terasa panas membara. Dengan gerakan tergesa, Kenzie membuka kancing demi kancing kemeja Zea. Kain itu jatuh, memperlihatkan kulit seputih susu berada di hadapannya.
10284.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.7K kali sebagai ciuman panas
Baca
+Pustaka
Usai Ciuman Panas di Ranjang CEO

Usai Ciuman Panas di Ranjang CEO

Ciuman itu seperti pelampiasan dari sebuah protes sebelumnya. “Jadi menurutmu… sentuhanku kaku?” gumam Pram, suaranya rendah pun tajam, tangan kirinya kini mulai membelai kulit mulus Bitha—di bagian leher hingga tulang selangka yang terbuka di balik potongan tali spageti itu. “Kita lihat seberapa jauh kekakuan itu bisa membuatmu bergetar.”
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai ciuman panas
Baca
+Pustaka
Ciuman Panas Sang Miliuner

Ciuman Panas Sang Miliuner

Lilian harus menunjukkan keprofesionalitasannya terhadap orang yang akan ia temui, apalagi orang itu adalah seorang petinggi perusahaan. Lilian melirik arloji, pukul 16.31 waktu Shanghai. Suhu udara mulai terasa hangat karena saat ini di Shanghai sedang musim semi. Banyak bunga yang bermekaran, pemandangan taman sungguh sedap di mata. Pelancong pun banyak berdatangan ke kota metropolis ramai yang menggabungkan budaya Cina baik modern maupun tradisional. Lilian masuk ke dalam taksi yang telah dipesannya. Lilian tidak suka mengendarai kendaraan sendiri. Ia lebih suka memakai taksi atau sesekali menaiki transportasi umum lainnya, seperti bus atau kereta cepat. Itu juga yang menjadi alasan menga
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 385 kali sebagai ciuman panas
Baca
+Pustaka
Tawanan Bilik Panas Tuan Penguasa

Tawanan Bilik Panas Tuan Penguasa

Tapi ketika bibir Adrien menyentuh bibirnya, semua niat runtuh. Ciuman itu bukan lagi sekadar klaim, melainkan api. Dalam, panas, menuntut. Araya terjebak, tangannya menekan dada Adrien, namun bukannya mendorong, justru meraih erat seolah takut terjatuh. Adrien mendesah pelan, menariknya lebih dekat, tubuh mereka menyatu. Dunia seakan hilang, hanya tersisa dentuman jantung dan rasa terbakar di setiap sentuhan.
10809 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai ciuman panas
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti Bos Mafia

Pengantin Pengganti Bos Mafia

"Tuan, aku rasa di sini terlalu panas. Apa kau tidak merasa begitu juga?" "Tidak." Lagi-lagi jawaban yang tidak dia inginkan. Lumi dengan sengaja menegakkan tubuhnya, seolah mempertontonkan dadanya pada Lucian. "Di sani memang panas, Tuan. Ayo, aku akan menunjukkan tempat yang sejuk dan pastinya terasa segar." Lengan Lucian Lumi belai nakal dan itu ternyata berhasil menarik perhatian Lucian. Pria itu menoleh kepadanya dengan tatapan datar.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai ciuman panas
Baca
+Pustaka
Dekapan Panas Kakak Ipar

Dekapan Panas Kakak Ipar

putus Alena berjalan cepat masuk ke dalam kamar mandi. Disana, Alena menghidupkan shower, mengguyur tubuhnya yang terasa panas dan memerah. Alena merintih kepanasan, rasa perih itu bagaikan sambaran api yang menusuk pori-pori kulitnya. "Astaga, ini sangat panas seakali. Apa yang terjadi dengan kulit tubuhku?!" Alena terus saja mengusap kulitnya, bahkan shower tadi sampai ia tekan sampai batas maksimal. Air dinginya menusuk kulit Alena, namun rasa panas bercampur perih itu masih enggan reda.
8.530.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 889 kali sebagai ciuman panas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status