Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
A DEAL WITH COLD PROFESSOR

A DEAL WITH COLD PROFESSOR

Bau samar wangi citrus bercampur aroma besi dingin memenuhi ruangannya, menambah kesan modern yang menegangkan. Aku memperhatikan Althaf membuka kulkas besar hitam. Gerakannya tenang, seolah sudah sangat terbiasa dengan rutinitas itu. Dari dalam, ia mengambil sebotol air mineral dingin, lalu meneguknya langsung. Butiran embun menempel di permukaan botol, menetes di jemarinya yang kokoh. Adam's apple-nya naik-turun jelas ketika menelan, membuatku tanpa sadar menahan napas.
815 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai cold destiny
Baca
+Pustaka
Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

“Pak... Elang... Adikara... bos yang dingin... tapi...” rintih Dinara, suaranya nyaris hilang. Mendengar namanya disebut lengkap dengan nada serapuh itu justru membuat Elang semakin kehilangan kendali. Sisi gelapnya yang suka ‘menghukum’ Dinara bangkit. Ia sengaja menarik diri sejenak, membiarkan Dinara merengek karena kehilangan kehangatannya, sebelum kemudian ia mencium leher jenjang itu dengan gigitan-gigitan kecil yang meninggalkan tanda.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai cold destiny
Baca
+Pustaka
Hidden Secret

Hidden Secret

Dia khawatir sesuatu yang buruk mungkin akan terjadi kepada Liana kali ini. Sementara itu, Liana tersenyum ketika kristal merah itu membantunya mencegah bencana global yang selalu ia takutkan. Perlahanpola trisulabyuha itu tertutup kembali oleh kaldera toba dan batuan beku seperti yang Liana harapkan. “Tidurlah dengan tenang, agar kami juga bisa tidur dengan tenang,” ucap Liana kemudian memastikan kembali bahwa semua aliran trisulabyuha sudah tertutup.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai cold destiny
Baca
+Pustaka
Cinta Dingin Sang Pewaris

Cinta Dingin Sang Pewaris

Suara bariton bernada dingin nan ketus tiba-tiba terdengar dari arah belakangnya. Gama, sahabat sekaligus pria yang selama ini menyayanginya duduk di sampingnya. "Apa, sih?" kilah gadis itu dengan tegang. Gama meneguk banyak-banyak air dingin dari botol minum milik Agni yang ada di meja itu dengan wajah marah yang terlihat jelas. "Kalau mau berbuat mesum sama orang kampung, setidaknya pastiin cctv ke tempat kalian itu mati dulu," desis Gama dengan nada menghina.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai cold destiny
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Pangeran Dingin

Mengejar Cinta Pangeran Dingin

Bertengger di depan jendela yang terbuka, menatap lurus tanpa suara. Retina mata yang bersua, menandakan sedang tidak baik-baik saja. Tak kuasa menahan rasa, akhirnya derai air mata itu jatuh juga. Jolly sudah cukup lelah, rasanya ingin berhenti saja, namun ia tersadarkan akan janji. Satu-satunya cara agar ia tidak terlalu terlelap dalam kesedihan, Jolly selalu menuliskan isi hatinya pada satu buku yang dia sebut ‘deary’.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai cold destiny
Baca
+Pustaka
Cinta Suami yang Dingin

Cinta Suami yang Dingin

Biarlah Vita tenang sendiri, barulah Endrick akan mengajaknya berbicara "Hmm, hujannya mulai deras. Mana ada petir juga," gumam Vita yang sedang melink dari jendela kamar. Suhu menjadi lebih dingin dari biasanya karena hujan, jadi pendingin ruangan dimatikan agar anak-anak tidak menggigil. "Vit, di mana ponsel saya?" tanya Endrick. Vita membalik tubuhnya, dia melihat sang suami tampak mencari ponselnya di balik bantal.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai cold destiny
Baca
+Pustaka
Pengawal Dingin itu Ternyata Jodohku

Pengawal Dingin itu Ternyata Jodohku

Karena untuk saat ini, keselamatan Senja lebih utama. Tak ada musik sebagai pencair suasa, hanya deru mesin berbaur dengan dinginnya AC membuat suasa semakin membeku. Mereka menjelajah dengan segala macam pemikiran yang terus menari-nari tanpa tahu ujung rimbanya.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai cold destiny
Baca
+Pustaka
Malam Tak Terduga dengan Boss Dingin

Malam Tak Terduga dengan Boss Dingin

Rasa dingin menjalar cepat di sekujur tubuh, sementara pandangan matanya perlahan mengabur. Sakit vertigo itu menyerangnya kembali “Chen,” panggil Hanzhen. Suaranya terdengar berat dan parau. Sekretaris Chen yang sedang memeriksa jadwal di kursi depan langsung menoleh dengan raut panik. “Ya, Pak?” “Berhenti di apotek terdekat. Belikan aku obat demam dan penghilang rasa sakit dosis kuat.”
156 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3 kali sebagai cold destiny
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

“Ya, doakan mama saja biar aku dan kakak-kakak semua bisa pulang, natal juga tahun baru bisa merayakan bersama. Mama jangan khawatir, An pasti pulang.” Ucap ku. “Ya, mama selalu mendoakan kalian semua biar bisa pulang. Semoga natal dan tahun baru ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, walaupun di rumah saja.” Jawab mama. “Ya, semoga saja, Ma. An, selalu berdoa yang terbaik.” Ucap ku. “Di lingkungan kosan mu masih di lockdown?” tanya mama. “Ya, Ma, disini ada 6 orang yang sudah kenak dan isolasi mandiri di rumah.” Jawab ku.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai cold destiny
Baca
+Pustaka
Klandestin

Klandestin

Harus tersingkir sebelum berjuang. Sosok itu yang tak lain Daksa mengeraskan volume musiknya yang tersambung dengan headset, tak peduli jika telinganya akan bermasalah nanti. Ia ingin marah kenapa harus begini. Kalau saja ia tahu Batara akan bergerak secepat ini, maka sudah ia dekati Bestari jauh-jauh hari. Bibirnya tersenyum miring. Bukankah tadi Bestari akan berhenti jika hubungan itu tetap diam di tempatnya, artinya Bestari belum suka dengan Batara. Ini kesempatannya, ia akan menerobos celah sempit yang ada, lalu boom. Bestari menjadi miliknya. Semudah itu.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai cold destiny
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status