Petani Terkuat
Aroma sop itu terasa semakin kuat, menggoda sekaligus mengancam keberaniannya.
“Glek.”
Ia menelan ludah.
Sebagai kepala keluarga, Bejo merasa harga dirinya sedikit tertantang. Anaknya sudah makan dan tidak apa-apa. Bahkan sampai menangis karena enak. Kalau ia masih takut, rasanya agak memalukan.
Dengan gerakan hati-hati, Bejo mengambil sendok. Ia menyendok sedikit kuah dan potongan kentang, lalu memasukkannya ke mulut.