KAMAR KEDUA
“Memang biasanya kalau sudah janji, pasti ditepati.”
Sheza hanya mengangguk.
Beberapa detik berlalu sebelum Teguh bicara lagi, kali ini sedikit lebih pelan, lebih hati-hati.
“Ngomong-ngomong … saya baru hari ini kepikiran,” katanya. “Maaf kalau telat.”
Sheza menoleh.
“Saya belum sempat bilang turut berduka cita,” lanjut Teguh. “Atas wafatnya…suami kamu.”