Kakak Ipar Rasa Pacar
Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri, tapi pesan misterius itu terus berputar-putar di benaknya.
Namun, sebelum ia bisa menenangkan diri, ponselnya kembali bergetar. Sebuah pesan baru masuk, kali ini dengan lampiran dokumen. Nadia menelan ludah, jari-jarinya gemetar ketika ia membuka lampiran itu.
Mata Nadia membelalak ketika ia melihat isi dokumen itu. Itu adalah proposal permintaan aset perusahaan Atmajaya, ditandatangani oleh Darren. Nadia terkejut, rahangnya ternganga lebar.