Magang Di Pelukan CEO
“Bukan angka di ijazah. Tapi aku enggak nyerah waktu semuanya bikin ingin berhenti. Bab tiga, burnout, revisi, dana proyek, kepercayaan … semuanya.”
Shaquelle menunduk sedikit, ada senyum bangga yang tidak bisa dia tahan. “Kamu keren, Aurel.”
Aurelie tersenyum tipis. Lalu mengeluarkan sesuatu dari tasnya—sebuah map bening, di dalamnya proposal cetak dan beberapa sketsa aplikasi. Ia meletakkannya di meja, mendorong pelan ke arah Shaquelle.
“Ayo kita bicara tentang SamaSama.id,” katanya pelan. “Aku udah pelajari prototype kamu. Strukturnya rapi. Clean. Potensial banget kalau dibawa ke ranah komunitas dan CSR nasional.”
Bab Populer