Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
When Janda Meet Duda

When Janda Meet Duda

Selama di perjalanan mereka seperti biasa, di isi obrolan, karena bukan bus pariwisata tentu saja beberapa pengamen bisa keluar masuk bus ketika bus berhenti di perempatan. Samira hanya bisa geleng-geleng kepala ketika mendengar para peserta piknik mengikuti seorang penyanyi jalanan menyanyikan Kaliurang Ah Mantap milik Guyup Rukun. kaliurang jarene penak aku wes sayang jebul tok tolak pinggir jurang kaline butek kowe tak sayang, matamu picek siji loro bar kuwi telu aku tok tolak tep iso ngguyu
1023.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 700 kali sebagai gambar puisi rakyat
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Kini, mereka semua sedang berada dirumah Pak Gaga untuk membicarakan tentang uang yang bisa kembali sendiri ke tangan pemiliknya, seperti apa yang dilihat Gema pada beberapa hari yang lalu di warungnya Bu Imas. “Jadi, Kalian serius ingin punya uang seperti ini? ” Kata Pak Gaga yang memperlihatkan uang satu lembar sepuluh ribuan. Uang itu tampak biasa, sama seperti uang-uang pada umumnya. Uang yang dibuat pada tahun 1964 dengan tema Pekerja Tangan yang bergambar depan dua orang nelayan yang sedang menjala ikan dan bergambar belakang pemandangan perahu dan sungai barito. Dengan tanda air kepala banteng garuda pancasila dengan tulisan sepuluh ribu. Terlihat sangat biasa.
10126.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai gambar puisi rakyat
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Baca Semua Ulasan
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Dan ia tersenyum karena menyukai rasa khas kopi yang dimasak langsung bersama gula aren tersebut. “Beginilah nagari kami ini,” ujar si pria paruh baya. “Kami selalu mengadakan pentas kesenian semacam itu bila mendapatkan hal-hal baik. Tahun ini, hasil sawah dan ladang cukup berlimpah. Jadi, jangan heran.” Aah, begitu rupanya, pikir Bungo. Jadi, pentas kesenian itu adalah wujud rasa syukur mereka terhadap hasil panen sawah dan ladang yang berlimpah.
1074.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai gambar puisi rakyat
Baca
+Pustaka
Rahasia di Ranjang Malam Pertama

Rahasia di Ranjang Malam Pertama

Sebatas itu. Sekarang Garda benar-benar berusaha, memancing Daisha dengan obrolannya, meskipun akan di dengar orang tua. "Tahu," balas wanita hamil itu. "Hidangan ini memang jadi lambang kegigihan dan semangat juang rakyat kecil. Sajiannya merakyat, murah, dan kaya pilihan lauk pauk semacam cumi hitam, dendeng, semur ikan, dan sambal khas. Makanya para pekerja paksa di zaman itu makan ini."
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai gambar puisi rakyat
Baca
+Pustaka
RADIO REKSA

RADIO REKSA

“Terimakasih Jingga. Puisi yang bagus dan dalem banget maknanya. Tentunya ini diperuntukkan kepada orang yang sangat spesial ya, di hati kamu. Saran saya, jangan kelamaan galaunya, nanti cantiknya jadi hilang, hehehe…” Setelah itu Reksa kembali membacakan kartu-kartu dari permintaan pendengar yang lain yang sudah memenuhi meja siarnya. Seperti biasa kartu yang masuk lumayan banyak. Mayoritas para monitor yang berkirim salam via kartu minta lagu-lagu Indonesia terpopuler dan terkesan nanggung masanya. Dari lagunya Noah, IDP, Wali, Coboy Junior, Cherry Belle, Smash dan masih banyak lagi. Hanya Jingga yang beda. Dia selalu request lagu Tentang Aku dari Jingga. Kartu atensinya pun terketik rapi
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai gambar puisi rakyat
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Suhu menurun dan aroma lembap tanah bercampur dengan wangi dupa tua yang samar dengan cepat tercium. Di dinding belakang, samar-samar tampak lukisan pudar. Lukisan sesosok pria berpakaian bangsawan Pajajaran berdiri dengan kujang di tangan. Tatapannya tajam, seakan mampu menembus waktu. Raksa mendekat dan mengusap debu di bawah lukisan itu, menemukan ukiran aksara halus: “Waktu teu bisa dibeungket, tapi rasa bisa nyimpen tapakna.” (Waktu tak bisa diikat, tapi rasa bisa menyimpan jejaknya.)
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai gambar puisi rakyat
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Ia mulai was-was. Bagaimana jika temanya adalah gambar dewa atau pemandangan gunung yang rumit? "Tema tahun ini, adalah …. Bunga Teratai, simbol kemurnian hati rakyat Mahipura.” Di balik wajahnya yang tetap tenang, Isvara ingin sekali melompat dan menari gembira. Bayangan lukisan contoh dari Arjun langsung terpatri jelas di otaknya. Sungguh, ini keberuntungan yang luar biasa.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai gambar puisi rakyat
Baca
+Pustaka
Pernikahan Kilat Dosen Killer

Pernikahan Kilat Dosen Killer

Untuk pertama kalinya sejak sekian lama, mereka berkumpul bukan karena ancaman, bukan karena kabar buruk, melainkan untuk merayakan sesuatu yang lahir dari keberanian mereka sendiri. Di tengah halaman, panggung bambu sederhana berdiri. Di atasnya terbentang kain putih yang dilukis tangan anak-anak sekolah: gambar laut, ikan, dan matahari besar dengan senyum ceria. Warga duduk di tikar, ibu-ibu membawa tampah berisi kue basah, sementara bapak-bapak sibuk menyalakan tungku untuk memasak ikan bakar.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai gambar puisi rakyat
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

Dia tidak memberi Ayu kesempatan untuk menolak dan langsung membentangkan lukisan itu di depan semua orang. Ternyata, itu bukanlah lukisan burung bangau mabuk yang bermain bunga di kolam dingin, melainkan lukisan bebek liar yang sedang bermain air di taman bunga. Sebenarnya, itu bukan masalah besar. Namun, bebek itu dilukis menyerupai manusia, juga sangat mirip dengan sepasang pria dan wanita. Ditambah dengan latar belakang yang merupakan taman bunga, semua orang langsung menghubungkannya dengan sesuatu dan mengalihkan pandangan ke arah Panji.
9.3257.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.3K kali sebagai gambar puisi rakyat
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Iba Asradaya
maaf aku tinggal ya, ceritanya muter gak kelar², iklan puanjaang q bab harus nonton 3 iklan dgn durasi yg udah gaj masuk akal. ternyata sm dgn novel² yg lain ditinggal ditengah² bisan dan cari novel yg lain ...
Sinta Clara
makin lama iklannya makin panjang durasinya.kalau ceritanya ngga bener bener bagus jd males bacanya .novel ini termasuk salah satu yg gw pertahanin buat terus dibaca.makanya pertahanin thor alur ceritanya.jangan kebanyakan muter kayak novel yg lain
Baca Semua Ulasan
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 517 kali sebagai gambar puisi rakyat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status