Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tetanggaku Rajin (Minta)

Tetanggaku Rajin (Minta)

“Enggak, cuma empat kata. Kan elu bilang, tulis apa yang ada di kepala gue!” “Lah, iya, bener. Artinya itu ide kamu sendiri, Mbak. Emang kamu nulis apa kok cuma empat kata?” “Ya gue tulis aja, RAMBUT, UBAN, KUTU, sama KETOMBE! Kan itu yang ada di kepala gue!” “Innalillahi … Oh Tuhan, tolooong … hamba butuh sianida!”
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai contoh puisi rakyat 4 bait
Baca
+Pustaka
Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa

Mantiko Sati - Kitab 1: Harimau Dewa

“Apa hendak dikata, Sati? Yang mengatur, yang membuat negeri ini kacau-balau, adalah orang-orang bertaring, berkuku tajam. Dan kami-kami ini, hanyalah rakyat kaciak[1] yang tidak bisa berbuat apa-apa dengan itu semua.” Sang pemuda rupawan hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan itu. Tidak ada yang bisa ia lakukan dengan semua itu. Sebuah senyuman yang melambangkan betapa sengsaranya kehidupan rakyat kecil dalam masa sepuluh tahun belakangan ini. “Terima kasih karena Uda telah sudi mengantarkanku sampai ke sini.”
9.8104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai contoh puisi rakyat 4 bait
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Srigede Hanif
saya lihat banyak novel baru yang rilis, tapi ko yg Sibunian Tongga terkesan tidak dlirik sama pihak GN,, apakah sesulit itu untuk mnerbitkan novel baru dsini?, babang Tothor ayo dong lebih smangat lagi ngajuinnya biar novel Sibunian Tongga sgera rilis, sdikit kurang sabar nih nunggunya, T.T
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

HUJAN DAN DIA Melalui rintik hujan Ada sesuatu dalam pikiran Mengenang kisah tak terlupakan Telah terukir dalam ingatan Kita yang dahulu selalu ada Kini sirna bahkan tiada Terlalu mengikuti rasa Jenuh pun melanda Duhai ... Kekasih hati Mampukah diri ini pergi? Meninggalkan segala situasi Mungkinkah kisah kan kembali? Hujan mengungkit semuanya Kasih dan benci menjadi satu Ciptakan perih dan nelangsa Terlahirlah ragu Empat bait puisi itu mampu melunakkan hati. Kadang meratap tiada guna. Ahh, padahal hubungan dengan Arul baik-baik saja. Kenapa puisi itu seolah karena terluka?
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai contoh puisi rakyat 4 bait
Baca
+Pustaka
MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

"Hmmm, mengapa aku selalu merindukannya? Namanya selalu bertahta di dalam hati dan pikiranku. Di tengah kegalauannya, Raidi menulis puisi untuk teman lamanya itu. SAJAK SANG KEKASIH Engkau sang pengusik rindu Kepadamu ku tuliskan sebuah puisi Puisi tentang kisahku dan kisahmu Yang selalu bertahta dalam ilusi Wahai sang pemilik hati Untukmu, kutuliskan subuah kisah Kisah tentang imajinasi Untukmu sang kekasih Wahai sang pemilik rasa Bayangmu selalu memenuhi imajinasiku
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai contoh puisi rakyat 4 bait
Baca
+Pustaka
Alam dan Kita

Alam dan Kita

Memang nadir orang seperti itu. Disini dibatas kota ini Tempat kaya nan indah permai Samudranya kaya raya membentang luas Tanah kami subur tuan dan puan... Aku berdiri dinegri ini Berjuta rakyat bersimpang rugah Mereka merampas yang bukan haknya Tergusur nan lapar Jalanan bagi mereka adalah penghasilan Untuk hari ini, aku harap ini bisa berubah Sang senja menyaksikan.....
9.73.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai contoh puisi rakyat 4 bait
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 452 kali sebagai contoh puisi rakyat 4 bait
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kata-kata itu meledak dengan semangat pemberontakan, kesepian, dan kejujuran yang brutal—hal-hal yang tidak pernah ia temukan dalam puisi-puisi kekaisaran yang membosankan dan penuh basa-basi. Sori terduduk lemas di kursi. Harga dirinya sebagai penyair terkenal di Bakkara runtuh seketika. "Hanya dengan satu kalimat ini..." bisiknya dengan suara serak, "setidaknya aku akan terbayang-bayang sepanjang hidupku. Bagaimana bisa dia menuliskan jiwa manusia hanya dalam empat kata?"
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai contoh puisi rakyat 4 bait
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Calon Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Calon Kakak Ipar

Mulai ia sambung menjadi kalimat dan ia tata rapi menjadi bait-bait puisi patah hati. Hai Raja... Sudahlah pergi jangan terus menari di dalam otakku Aku tidak bisa menghilangkan kebiasaan kita bersama kala senja datang Sudahlah tolong pergi bawa senyumanmu lari jauh dari mataku Aku tak mampu menghapus getaran asmara yang pernah kita untai bersama Sudahlah bantu aku membakar kenangan saat pagi kau memelukku di teras kosan pinggir bengawan
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai contoh puisi rakyat 4 bait
Baca
+Pustaka
Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Di sana terselip kertas yang tertulis puisi buatanku. “Buat?” kejar Four. “Ya, buat kamu,” jawabku sambil siap-siap membacakan puisi cinta. Four tampak super bingung. Aku menarik nafas sejenak, lalu mulai membaca bait pertama. “Wajahmu bersinar bagai rembulan.” Demi mendengarnya, Four langsung meraih ember di dekatnya, lalu muntah hebat.
1012.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 407 kali sebagai contoh puisi rakyat 4 bait
Baca
+Pustaka
Kaisar Tunduk Padaku

Kaisar Tunduk Padaku

“Maka kita pastikan sistem yang peduli. Kita tekan madrasah, kasim, dan dewan: hanya yang berdarah sah yang boleh didengar.” Di kota, para penjual surat kabar dan catatan sastra mulai menjual ulang isi pidato An Ji, ditulis ulang dengan bahasa yang lebih indah dan dijilid seperti puisi rakyat. “Kalau mencintai rakyat membuat seseorang lemah, maka biarkan lebih banyak orang jadi lemah.” — ini menjadi kalimat paling dicetak ulang sepanjang bulan itu. Bahkan para pelukis jalanan mulai menggambar An Ji, berdiri di bawah tiang istana, tidak dengan mahkota, tapi dengan tangan kecil yang menunjuk ke langit.
874 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai contoh puisi rakyat 4 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status