Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Chandra

Chandra

"Yaudah bagus, ayah khawatir kalo kamu di luar pas lagi hujan kayak gini." *** Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat. Rain yang sedari tadi membaca novel baru menyadari kalau hari sudah siang, benar kata bundanya kalau sudah berurusan dengan buku ia kadang lupa waktu. Rain menoleh ke jendela kamarnya. Hujan masih belum berhenti, malah terlihat bertambah deras dan disertai petir.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai contoh teks ulasan novel hujan
Baca
+Pustaka
Ada apa dengan tunanganku?

Ada apa dengan tunanganku?

Dia tengah jatuh cinta, yang dia rasakan hanyalah hatinya yang berbunga. Sebenarnya novel ini pernah kubaca sebelumnya, namun gaya penulisan sang penulis menyihir mataku untuk kembali membuka dan membaca setiap halamannya. Novel berjudul ‘My Favorite Goodbye’ ini memiliki akhir yang tidak terduga. Awalnya aku benar-benar terkejut ketika mendapati akhir yang unik, sang penulis benar-benar berhasil menyembunyikan sesuatu yang tidak pernah kuduga sebelumnya.
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai contoh teks ulasan novel hujan
Baca
+Pustaka
BAD ANTAGONIST

BAD ANTAGONIST

keluhnya kesal. "Bisa, Lif. Coba dulu, gue mau tidur. Ingat! Itu novel perdana gue yang bakal disebarluaskan bulan depan. Jadi, jangan sampai lecet atau hilang." Mendengar suara pemuda yang ber-status sebagai Abang sepupunya itu berhasil membuat mood-nya buruk. "Nyenyenye." Tangannya mulai membuka lembar novel tersebut, mengabaikan dengkuran halus yang mengganggu pendengarannya saat itu. Bahkan derasnya hujan tak mampu meredam dengkuran dari Abang laknatnya itu.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai contoh teks ulasan novel hujan
Baca
+Pustaka
Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Ku Titip Rinduku Dalam Naungan Cinta-Mu

Fikri membalas memeluk mereka dengan erat. Seperti biasa saat jam istirahat Zahra menghabiskan waktunya hingga berbunyi di tempat favoritnya di sekolah, yaitu perpustakaan. Sedang asyik membaca novel yang baru saja dia pinjam di rak buku paling pojok perpustakaan itu. Pandangannya terus melihat huruf-huruf yang tertata rapi, pikirannya sedang berkelana menuju arus kehidupan buku yang ia baca, sesekali membalikan halaman buku. Tampak ekspresinya berkali-kali berubah kadang tersenyum sendiri, kadang terlihat sedih, dan terkadang terlihat marah. Mengikuti alunan cerita di buku itu. Sedang asyik tenggelam pada bacaannya, Zahra dikejutkan dengan kedatangan Fikri. "Dooorrr!!" Teriak Fikri.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai contoh teks ulasan novel hujan
Baca
+Pustaka
ANILA - Kutukan Angin

ANILA - Kutukan Angin

[sebab hujan, selalu buatku tenang] [dengan hujan, teriakku tersamarkan] [tanpa hujan, tiada kehidupan] [tanpa hujan, tiada kedinginan] [tanpa hujan, tiada nikmat Tuhan yang indah [tanpa hujan, tak akan ada cerita,] [tanpa hujan, tidak akan ada pelangi] [tanpa hujan, tiada rasa ketakutan,] [tanpa hujan, petir tak akan datang,] [dari hujan, dapatkan kebasahan] [dari hujan, semua dapatkan makanan,] [karena hujan, aku jadi banyak belajar] [karena hujan,] [Ingatkan ku akan–] saat di puncak rasa untuk menuliskannya tiba-tiba Anila terganggu oleh ketukan sebuah pintu Tik tok tok!
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai contoh teks ulasan novel hujan
Baca
+Pustaka
Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Gadis itu malah terlihat riang saat menadahkan telapak tangannya demi menampung titik-titik hujan dari celah atap toko yang bocor. "Hujan adalah rahmat, A. Banyak kebaikan karenanya. Dibandingin acara ulang tahun sahabat Elis, hujan malam ini jauh lebih berarti." Ucapnya kemudian. Aku tersenyum. "Elis benar. Hujan adalah rahmat." Kataku seolah tertuju pada diri sendiri, sambil ikut-ikutan menadahkan tangan untuk turut merasakan dinginnya air yang menetes-netes dari atap.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai contoh teks ulasan novel hujan
Baca
+Pustaka
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Setiap kalimat dalam cerita itu terasa seperti pantulan dari hidupnya sendiri. Ketika sampai di halaman terakhir, Raka menutup buku itu dengan tangan gemetar. Ia menatap langit, lalu berbisik lirih, “Mungkin waktu bukan musuh, tapi penguji.” Di saku jaketnya, ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari Naira. Bukan pesan panjang, hanya satu kalimat sederhana: > “Hujan di sini turun seperti malam kamu pergi.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai contoh teks ulasan novel hujan
Baca
+Pustaka
Jangan Baca Novel Ini!

Jangan Baca Novel Ini!

perintah Argan memberikan arahan spesifik untuk kelanjutan tulisanku besok. "Aku akan menuliskan suhu cairan ini setara dengan suhu air hangat yang menyentuh kulit," jelasku menyebutkan rancangan kalimat yang akan aku gunakan di dalam naskah. "Pemilihan perbandingan suhu itu sangat akurat dan sangat mudah dipahami oleh pembaca," puji Argan merasa puas dengan pilihan kosakataku sebagai seorang penulis. "Para pembacaku memang sangat menyukai detail sensorik jasmani seperti suhu dan tekstur," ujarku membagikan informasi mengenai preferensi pasar pembaca fiksi daring saat ini.
825.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 815 kali sebagai contoh teks ulasan novel hujan
Baca
+Pustaka
SETELAH MASUK NOVEL, AKU MENJADI ANTAGONIS GILA

SETELAH MASUK NOVEL, AKU MENJADI ANTAGONIS GILA

Ia ingat, di sebuah malam yang basah oleh hujan, ia pernah menatap langit yang hitam pekat dan berteriak dalam hati, "Tuhan, berikan aku hidup di mana jeruk-jeruk manis jatuh dari langit, dan uang mengalir seperti sungai yang tak pernah kering!" Langit malam itu tetap membisu. Tidak ada emas yang jatuh, tidak ada mukjizat. Callista hanya bisa meringkuk di kasur tipisnya, menahan lapar yang mencubit perut, namun tetap memelihara ekspresi wajahnya yang selalu jujur. Ia adalah makhluk paling ekspresif di muka bumi; jika ia terluka, matanya akan bicara. Jika ia bahagia, tawanya akan mengguncang dunia. Dan mungkin, ledakan emosi itulah yang menyeret jiwanya masuk ke dalam novel picisan ini.
10927 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai contoh teks ulasan novel hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status