BUKAN HASRAT SUAMIKU
"Kabarnya ia tidak mengadakan pesta, hanya sedikit sanak saudara dari pihak wanita. Namun, ia malah mengundang, Bos. Apa mungkin, Bos mau pergi?"
Aku menaikkan alis mendengar ucapan Alex. Pandu tidak mengadakan pesta tapi malah mengundangku? Bukankah ia sudah berlebihan, apa ia pikir aku akan pergi? Aku bahkan tidak pernah merasa simpatik dengannya.
"Ini, Bos. Kartu undangannya." Alex menyodorkan kepadaku.
Kertas berdesain khas undangan tapi, sangat sederhana untuk pernikahan seorang manajer perusahaan besar.